KATADATA ? PT Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel Tbk. dengan Pohang Iron and Steel Company (Posco), merugi hingga US$ 200 juta pada tahun lalu. Kerugian ini disebabkan beberapa faktor, antara lain kondisi pasar baja yang tidak kondusif dan gangguan di pabrik.
?Selama hampir tiga bulan, perusahan tidak dapat berproduksi karena insiden kebocoran di salah satu fasilitas inti. Ini membuat produksi tahun lalu turun. Keadaan ini diperparah dengan kondisi industri baja yang tidak menguntungkan,? ujar Sekretaris Perusahaan Krakatau Posco Christiawaty Ferania seperti dikutip harian Investor Daily, Rabu (11/3).
Tahun ini Krakatau Posco menargetkan bisa memproduksi 2,8 juta ton. Kondisi pabrik yang sudah membaik membuat perusahaan bisa memproduksi jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu yang hanya 1,8 juta ton.
Christiawaty merasa yakin dengan target produksi tahun ini, mengingat harga baja canai panas (hot rolled coil/HRC) dan pelat baja (plate) yang selama ini menjadi acuan di Cina, Brasil dan beberapa pelabuhan Asean, mulai meningkat.