Novavax Mulai Uji Coba Kombinasi Vaksin Flu dan Covid-19

ANTARA FOTO/Fauzan/foc.
Sejumlah warga mengikuti vaksinasi massal di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (9/6/2021). Produsen vaksin Novavax telah memulai studi tahap awal untuk menguji kombinasi vaksin flu dan vaksin Covid-19.
9/9/2021, 09.59 WIB

Produsen vaksin corona Novavax Inc (NVAX.O) pada hari Rabu (8/9) mengatakan pihaknya telah memulai studi tahap awal untuk menguji kombinasi vaksin flu dan vaksin Covid-19.

Uji coba akan dilakukan dengan melibatkan 640 orang dewasa sehat berusia antara 50 dan 70 tahun. Mereka sebelumnya telah terinfeksi virus corona atau diberi vaksin Covid-19 resmi setidaknya delapan minggu sebelum penelitian.

Semua peserta  secara acak akan ditugaskan ke kohort untuk mengevaluasi beberapa formulasi dan akan diberi dosis pada Hari 0. Mereka akan diberi dosis lagi pada hari ke- 56. Uji coba akan dilakukan di Australia hingga 12 lokasi penelitian. Novavax berharap hasil penelitian sudah diperoleh pada paruh pertama tahun 2022.

 Peserta akan menerima kombinasi kandidat vaksin Covid-19 perusahaan, NVX-CoV2373, dan suntikan Influenza NanoFlu bersama dengan adjuvant atau booster vaksin.

"Kombinasi kedua vaksin ini dapat menghasilkan efisiensi yang lebih besar untuk sistem perawatan kesehatan dan mencapai perlindungan tingkat tinggi terhadap Covid-19 dan influenza dengan rejimen tunggal," kata Gregory Glenn, Presiden Penelitian dan Pengembangan di Novavax, dikutip dari Reuters, Kamis (9/9).

Dalam sebuah pernyataan pada bulan Mei lalu, Novavax mengatakan bahwa  kombinasi vaksin influenza musiman dan Covid-19  kemungkinan sangat penting dalam memerangi varian Covid-19 yang muncul.  Vaksin NanoFlu/NVX-CoV2373 telah menimbulkan respons yang kuat terhadap influenza A dan B dan melindungi dari virus corona dalam studi pra-klinis.

Sebelumnya, Novavax telah melakukan uji pra-klinis kombinasi vaksin tersebut ke hewan, yakni kepada hamster. Hamster yang menerima vaksin kombinasi  tersebut memiliki tingkat antibodi Covid-19 yang meningkat dua minggu setelah imunisasi pertama, dan meningkat secara signifikan setelah dosis kedua dibandingkan dengan hewan yang menerima vaksin Covid-19 atau NVX-CoV2373 saja.

Pada Juni lalu, Novavax mengklaim vaksin buatannya 93% efektif menangkal penularan virus corona. Klaim tersebut disampaikan perusahaan tersebut setelah melakukan uji klinis besar-besaran di Amerika Serikat dan Meksiko.

Uji klinis yang melibatkan 30 ribu relawan tersebut mendorong Novavax  untuk mengajukan izin penggunaan darurat di Amerika Serikat dan di beberapa negara lain pada kuartal ketiga 2021.

Dilansir Reuters, vaksin dari Novavax ini merupakan tipe vaksin berbasis protein. Pengembangan vaksin ini menggunakan pendekatan konvensional dengan virus yang dilemahkan untuk memacu respons kekebalan tubuh.

Novavax menuturkan, vaksinnya yang berbasis protein itu efektif melawan varian virus corona asal Wuhan, juga varian baru seperti Alpha yang pertama kali terdeteksi di Inggris, juga varian lainnya yang teridentifikasi di Brasil, Afrika Selatan, dan India.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi