Mendag Zulhas: Aksi Boikot Produk Israel adalah Hak Masyarakat

ANTARA FOTO/Arnas Padda/YU
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (ketiga kiri) berpendapat aksi boikot tersebut merupakan bentuk pendapat penyampaian pendapat masyarakat.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
27/11/2023, 16.49 WIB

Sebagian masyarakat Indonesia memboikot sejumlah barang-barang yang dinilai terafiliasi dengan Israel. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menilai, keputusan boikot sepenuhnya merupakan hak konsumen atau masyarakat. 

"Hak masyarakat  untuk tidak membeli produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Israel. Pemerintah tidak ada boikot produk apapun," kata Zulhas di Gedung DPR, Senin (27/11).

Zulhas berpendapat aksi boikot tersebut merupakan bentuk pendapat penyampaian pendapat masyarakat. Ia pun tidak menjelaskan lebih lanjut terkait daftar produk-produk yang dinilai terafiliasi dengan Israel.

Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia atau AP3MI memperkirakan, aksi boikot produk yang terafiliasi dengan Israel berpotensi menggerus transaksi di pasar modern hingga 50%. Mayoritas barang yang ada dalam daftar boikot merupakan produk pareto.

Produk pareto adalah barang yang berkontribusi hingga 80% dari total barang di pasar modern, tetapi kontribusi ke transaksi hanya 20%. Produk pareto pada umumnya  adalah produk konsumer seperti shampo, susu balita, dan minuman ringan.

"Kami belum melakukan penelitian terkait dampak boikot tersebut, jadi belum bisa komentar," kata Sekretaris Jenderal AP3MI Uswati Leman Sudi.

Menurut Uswati, dampak aksi boikot tersebut memang belum terlihat lantaran baru berjalan kurang dari seminggu. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi tersebut dapat berdampak  hingga ke pabrik.

Ia menyampaikan dampak terburuk dari program boikot tersebut adalah pengurangan tenaga kerja di sektor manufaktur. Sebagai contoh, PT Nestle Indonesia telah melakukan pemutusan hubungan kerja pada 126 karyawannya di Pabrik Kejayan.

Uswati menegaskan, pabrikan tidak menentang aksi boikot yang dilakukan oleh masyarakat. Namun, ia menjelaskan bahwa produk-produk dengan merek yang diboikot telah diproduksi di dalam negeri dan pabrikan tidak memberikan sumbangan langsung kepada Israel.

"Kami berharap aksi boikot jangan terlalu lama. Kami menanti pemerintah hadir untuk bisa menegaskan dampak boikot ini agar tidak gamang," ujarnya.



Reporter: Andi M. Arief