PT Global Tiket Network atau Tiket.com mencatat peningkatan penjualan tiket pesawat sebesar 10% secara tahunan pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru. Lonjakan permintaan tersebut terjadi pada penerbangan domestik maupun internasional.

Chief Marketing Officer Tiket.com Mikhael Gaery Undarsa mengatakan, Nataru 2023/2024 merupakan momentum yang ditunggu masyarakat. Namun Gaery tidak menjelaskan lebih lanjut keistimewaan Nataru pada tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

"Ada peningkatan penjualan tiket pesawat terbang kalau dibandingkan Nataru 2022/2023, tapi dari segi tujuan penerbangan masih agak mirip," kata Gaery dalam Webinar Nasional Tiket.com, Rabu (13/12).

Gaery mencatat destinasi favorit di dalam negeri pada penerbangan akhir tahun ini adalah Denpasar, Surabaya, dan Medan. Namun Gaery menyoroti peningkatan penjualan pada penerbangan internasional.

Ia menilai hal tersebut terjadi karena insentif yang ditawarkan masing-masing destinasi, seperti pembebasan visa dan penyederhanaan syarat kunjungan. Destinasi tersebut adalah Jepang, Singapura, Hong Kong, Thailand, dan Australia.

"Jadi, negara-negara yang menjadi favorit adalah negara yang tidak terlalu jauh. Jadi harga tiketnya masih memadai dan dari segi visa lebih mudah didapatkan," katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra memproyeksikan permintaan tiket pesawat akan meningkat hingga 30% pada musim Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Emiten penerbangan berkode GIAA ini memastikan tidak akan memanfaatkan momen tersebut untuk menaikkan harga tiket pesawat di atas tarif batas atas.

Irfan mengatakan, pihaknya akan mematuhi aturan tarif batas atas walaupun biaya operasional saat ini membengkak. Harga tiket penerbangan Garuda Indonesia akan sama dengan musim Nataru 2022/2023.

"Kami tentu ikut aturan yang ada. Kami selalu cari cara untuk menekan biaya operasional, tapi tetap mengutamakan keselamatan," kata Irfan kepada Katadata.co.id, Jumat (24/11).

Reporter: Andi M. Arief