Makin Mahal, Harga Beras Terus-terusan Cetak Rekor Bulan Ini

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/aww.
Ilustrasi. Rata-rata nasional harga beras premium telah mencapai Rp 16.270 per kg hari ini, Jumat (23/2).
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
23/2/2024, 17.11 WIB

Badan Pangan Nasional atau Bapanas mendata harga beras terus mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Februari 2024. Harga semua jenis beras telah naik lebih dari Rp 2.000 per kg secara tahunan pada bulan ini.

Rata-rata nasional harga beras premium telah mencapai Rp 16.270 per kg hari ini, Jumat (23/2). Angka tersebut telah tumbuh Rp 890 per kg sepanjang Februari 2024 dan naik Rp 2.070 per kg secara tahunan.

Sementara itu,  rata-rata nasional harga beras medium telah naik Rp 710 per kg dalam 23 hari terakhir menjadi Rp 14.210 per kg. Angka tersebut lebih besar Rp 2.370 per kg dari capaian Februari 2023 senilai Rp 13.410 per kg.

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan harga beras tertinggi di dalam negeri. Harga beras premium di daerah tersebut mencapai Rp Rp 25.220 per kg dan harga beras medium senilai Rp 21.470 per kg.

Rata-rata harga beras premium di DKI Jakarta telah mencapai Rp 16.770 per kg dan beras medium senilai Rp 14.870 per kg. Di sisi lain, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia atau Ikappi mendata harga beras di Ibu Kota telah mencapai Rp 14.000 sampai Rp 18.000 per kg.

Sekretaris Jenderal Ikappi Reynaldi Sarijowan mengatakan pedagang pasar tradisional kini kesulitan mendapatkan pasokan beras premium. Menurutnya,  hal tersebut disebabkan oleh stok beras premium yang sudah menipis di penggilingan beras.

"Ini harus diwaspadai semua pihak segera mengeluarkan stok-stok yang dimiliki, khususnya beras premium," kata Reynaldi kepada Katadata.co.id, Jumat (22/2).

Reynaldi menilai kondisi harga beras premium akan makin memburuk jika terus naik. Menurutnya, harga semua jenis beras telah naik hingga 20% secara tahunan menjadi hingga Rp 18.000 per kg bulan ini.

Ia menyampaikan, lonjakan harga tersebut disebabkan oleh terlambatnya panen raya tahun ini. Kondisi tersebut diperburuk dengan timpangnya antara volume produksi dan konsumsi di dalam negeri.

Oleh karena itu, Reynaldi mendorong pemerintah untuk menggenjot produksi pada tahun ini. Pada saat yang sama, Reynaldi meminta pemerintah menggelontorkan stoknya ke pasar untuk menjaga harga dalam menyambut Ramadan 2024.

"Termasuk mendorong satgas pangan mabes polri agar memantau stok yang dimiliki oleh pihak-pihak tersebut diatas agar tidak tertahan dan segera dikeluarkan," katanya.

Bapanas berharap produksi beras Maret-April 2024 mencapai 5 juta ton. Adapun produksi beras pada Maret-April 2024 diperkirakan susut hingga 43,11% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sejumlah 8,79 juta ton.

Bapanas memprediksi, produksi beras per Maret 2024 susut 31,77% secara tahunan menjadi sekitar 3,5 juta ton. Alhasil, produksi beras April 2024 diproyeksi lebih rendah hampir 60% dari realisasi April 2023 sejumlah 3,66 juta ton menjadi sekitar 1,5 juta ton.

Sementara itu, tingkat konsumsi beras secara bulanan bergerak antara 2,54 sampai 2,56 juta ton. Konsumsi beras pada Maret-April 2023 adalah 5,09 juta ton.

Reporter: Andi M. Arief