Data BPS menunjukkan rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Januari 2026 naik sebesar 0,75% secara bulanan atau month to month (mtm) dan meningkat 6,19% secara tahunan atau year on year.
Produksi beras pada 2025 mencapai sekitar 34,7 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut jauh di atas konsumsi nasional yang sekitar 31 juta ton.
Pada Ramadan Maret tahun lalu, inflasi bulanan mencapai 1,65 persen, dikerek kenaikan tarif listrik hingga pangan. Ini inflasi Ramadan tertinggi setidaknya bila menengok data lima tahun belakangan.
BPS melaporkan inflasi November 2025 sebesar 0,17% per bulan dengan kenaikan tahunan 2,72%, dipicu oleh naiknya harga emas dan sektor makanan seperti cabai dan beras.
Bapanas memproyeksikan harga beras akan naik pada kuartal ketiga tahun ini. Neraca produksi beras nasional akan kembali defisit mulai Agustus-September 2024.