Menteri Basuki: Kenaikan Suku Bunga Belum Berdampak ke Biaya Proyek

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kiri) telah menyiapkan memitigasi dampak pelemahan rupiah ke biaya proyek infrastruktur.
Penulis: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti
27/4/2024, 06.40 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengaku telah menyiapkan mitigasi jika kenaikan suku bunga Bank Indonesia berdampak pada biaya pembangunan proyek infrastruktur di dalam negeri. Sejauh ini, kenaikan bunga belum berdampak.

Ia menjelaskan, sebanyak 70% dari pendanaan proyek infrastruktur di dalam negeri berasal dari sektor perbankan dengan menggunakan kredit investasi. Bank Indonesia menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 25 basis poin menjadi 7% kemarin, Rabu (24/4).

"Sampai sekarang belum ada usulan dari para penyedia jasa untuk meminta eskalasi atau penyesuaian kontrak konstruksi," kata Basuki di kantornya, Jumat (26/4).

Basuki menilai, penyedia jasa konstruksi dapat meminta eskalasi pengembalian investasi ke pemerintah jika kenaikan bunga pinjaman tersebut menjadi kondisi luar biasa atau kahar. "Jika demikian, pasti akan ada kebijakan nasional untuk itu," ujarnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit pada kuartal pertama naik 12,4% secara tahunan. Sementara itu, kredit investasi naik hingga 14,83% secara tahunan pada Januari-Maret 2024.

Halaman:
Reporter: Andi M. Arief