Viral Candi Borobudur Dipasang Eskalator untuk Kunjungan Prabowo, Ini Kata PU

ANTARA FOTO/Anis Efizudin/foc.
Pekerja menanam rumput saat membersihkan areal zona 2 kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025). Kegiatan pembersihan struktur Candi Borobudur tersebut untuk menghilangkan lumut dan mikroorganisme sekaligus untuk menyambut perayaan hari Tri Suci Waisak 2569 BE/2025.
26/5/2025, 13.47 WIB

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menanggapi video viral pemasangan eskalator di dalam Candi Borobudur  yang beredar di media sosial. Video tersebut salah satunya diunggah @MurtadhaOne1 dalam media sosial X dan mendapatkan banyak respons dari warganet.

Dody mengatakan Kementerian PU tidak melakukan perubahan di dalam Candi Borobudur. Kementerian PU hanya melakukan penataan Kawasan di sekitar Candi Borobudur dalam menyambut kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Dody menyampaikan pihak yang bertanggung jawab untuk menata objek utama Candi Borobudur adalah Kementerian Kebudayaan atau pengelola, yakni PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney melalui anak usahanya.

"Apakah InJourney membangun eskalator di dalam Candi Borobudur dalam menyambut kedatangan Presiden Perancis, saya tidak bisa jawab," kata Dody di kantornya, Senin (26/5).

Dody menegaskan pihaknya saat ini fokus melakukan renovasi kawasan Candi Borobudur dan tidak masuk ke dalam objek utama. Kementerian PU telah menyiapkan mobil golf yang akan dipakai para Kepala Negara di kawasan untuk mengunjungi Candi Borobudur dengan nyaman.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengucurkan Rp 2,27 triliun untuk pengembangan kawasan Candi Borobudur pada 2022. Anggaran tersebut digunakan dalam 42 paket kegiatan pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air (SDA), jalan dan jembatan, permukiman, serta perumahan.

InJourney telah membatasi akses ke atas Candi Borobudur menjadi 1.200 orang per hari pada medio 2022. Pembatasan tersebut bertujuan untuk menjaga dan melestarikan Candi Borobudur.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Edy Setijono mengatakan situs budaya tersebut mulai terdampak banyaknya jumlah wisatawan sejak sebelum masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Edu menekankan pembatasan kunjungan ke atas Candi Borobudur dilakukan untuk kepentingan konservasi.

Berdasarkan hasil monitoring dari Balai Konservasi Borobudur terkait pelestarian Candi Borobudur pada 2022, telah ditemukan bagian dengan kondisi keausan batu dan kerusakan beberapa bagian relief. Beban dari pengunjung yang berlebihan dikhawatirkan akan berdampak pada kelestarian Candi Borobudur, termasuk penurunan kontur tanah Candi Borobudur.

Ia mengatakan, para wisatawan yang naik ke bangunan Candi Borobudur nantinya akan menggunakan alas kaki khusus. Selain itu, wisatawan akan didampingi oleh pemandu wisata (guide) yang disiapkan khusus dan telah memiliki sertifikat kompetensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sertifikat hospitality dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief