Mentan Amran Sebut Indonesia Swasembada Beras dalam Dua Bulan, Apa Penopangnya?
Pemerintah mengumumkan percepatan capaian target swasembada beras dapat terlaksana dalam dua bulan ke depan. Capaian ini lebih cepat dari rencana awal yang menargetkan swasembada beras terwujud dalam empat tahun.
Menteri Pertanian (Mentan Andi Amran Sulaiman menyampaikan produksi gabah nasional hingga saat ini mencapai 33,1 juta ton. Ia memperkirakan total produksi hingga akhir tahun bisa mencapai 34,3 juta ton. Volume ini meningkat dari 30 juta ton pada tahun sebelumnya.
“Mudah-mudahan dua bulan atau kurang lebih tiga bulan ke depan, Indonesia tidak impor beras lagi. Kita akan swasembada,” kata Amran dalam konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (9/10).
Amran menjelaskan cerita pemerintah dalam mempercepat target swasembada beras. Ia mengatakan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berencana untuk mewujudkan swasembada dalam waktu empat tahun. Namun, target tersebut kemudian dipercepat menjadi tiga tahun, dan terakhir direvisi kembali menjadi satu tahun.
“Target Pak Presiden kepada kami saat dilantik yaitu empat tahun harus swasembada pangan, khususnya beras. Setelah 21 hari, targetnya berubah jadi tiga tahun, dan setelah 45 hari, berubah lagi menjadi satu tahun,” ujarnya.
Amran menyebut percepatan produksi beras nasional mulai menunjukkan hasil positif. Ia melansir catatan Food and Agriculture Organization (FAO) yang memprediksi kenaikan produksi beras Indonesia akan menjadi yang kedua terbesar di dunia.
“Ini menarik, produksi kita oleh FAO diprediksi kenaikannya adalah nomor dua terbesar dunia setelah Brasil,” kata Amran.