Swasembada pangan perlu dipandang sebagai bagian dari strategi mitigasi bencana untuk memastikan produksi pangan domestik mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, bahkan dalam situasi darurat.
Presiden Prabowo mendorong agar daerah-daerah terpencil di Papua yang mengalami kesulitan energi untuk menggunakan energi alternatif tenaga surya atau air.
Penjualan motor listrik yang melonjak tajam menunjukkan pergeseran gaya hidup masyarakat menuju elektrifikasi yang lebih hemat, ramah lingkungan, dan mendukung target net zero emission 2060.
Indonesia diproyeksikan tanpa impor beras pada akhir 2025 berkat stok melimpah dan produksi yang naik 8,4%. Surplus 4–5 juta ton dan cadangan Bulog 3,9 juta ton menegaskan langkah menuju swasembada.
Pemerintah mengumumkan percepatan capaian target swasembada beras dapat terlaksana dalam dua bulan ke depan. Capaian ini lebih cepat dari rencana awal yang menargetkan swasembada terwujud 4 tahun.