Bos Danantara Ajak Investor Brasil Masuk Sektor EBT hingga Pertanian Indonesia

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (tengah) berfoto bersama Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo (kedua kiri), Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani (kedua kanan), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie (kanan) dan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Kebudayaan Kadin Indonesia Shinta Widjaja Kamdani (kiri) saat Forum Indonesia-Brasil 2025 di Jakarta, Kamis (23/10/2025). Forum Bisn
24/10/2025, 08.21 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengajak investor Brasil masuk ke Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani juga mengundang investor Negeri Samba itu masuk sejumlah sektor di Indonesia.

"Saya ingin menekankan komitmen kuat kami untuk mendukung potensi kerja sama. Kami terbuka terkait investasi dengan investor Brasil," kata Rosan dalam acara Indonesia-Brazil Business Forum di Jakarta, Kamis (23/10) dikutip dari Antara.

Beberapa sektor yang disebut Rosan antara lain energi terbarukan hingga pertanian. Rosan mengatakan RI memiliki potensi energi baru dan terbarukan 3.700 gigawatt. Meski demikian, kapasitas yang baru termanfaatkan sekitar 15,1 gigawatt.

Rosan juga mengatakan Brasil memiliki keunggulan teknologi pertanian. Ia berharap hal tersebut bisa menjadi peluang kerja sama dengan Indonesia.

"Pengetahuan Brasil dalam agribisnis berskala besar dan maju esensial untuk memodernisasi sistem pangan Indonesia," katanya.

CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengundang investor Brasil untuk masuk ke sektor energi terbarukan dan agribisnis di Indonesia, menjanjikan kerjasama yang menguntungkan kedua negara.

Di kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Indonesia dan Brasil bisa menjadi negara adikuasa di bidang transisi energi.

"Sama-sama ingin menjadi superpower di bidang transisi energi dan berupaya mencegah perubahan iklim," katanya.

Anindya juga mengatakan Brasil maju dengan industri biofuel dan terkenal dengan produk etanol. "Mereka juga menginginkan adanya biodiversitas yang bukan hanya baik untuk kehidupan, tapi bisa dimonetisasi," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara