Yum Brands Buka Opsi Jual Pizza Hut Usai Penjualan Terus Turun
Perusahaan pengelola restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Yum Brands, sedang mempertimbangkan peluang untuk menjual Pizza Hut. Hal ini disebabkan oleh sulitnya Pizza Hut bertahan dalam persaingan yang kompetitif di industri tersebut.
Pizza Hut pada awalnya diakuisisi oleh PepsiCo pada 1997, namun kemudian pengelolaannya dipisahkan dengan menciptakan perusahaan baru bernama Yum Brands. Selain Pizza Hut, Yum Brands juga mengelola Taco Bell dan KFC.
Perusahaan menyebut penjualan Pizza Hut menurun tujuh kuartal berturut-turut tertinggal di bawah kinerja unit bisnis lainnya. “Perlu adanya tindakan tambahan yang membantu merek ini (bangkit), namun mungkin lebih baik (perbaikan) dilakukan di luar Yum Brands,” kata CEO Yum Brands Chris Turner dikutip dari Reuters, Kamis (6/11).
Reuters menulis dalam beberapa kuartal terakhir terjadi kenaikan harga makanan di Pizza Hut yang terjadi bersamaan dengan kenaikan inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Hal ini membuat konsumen lebih hati-hati atau berpikir ulang untuk makan di luar karena berusaha menghemat pengeluaran.
Pendapatan Yum Brands kini ditopang oleh Taco Bell yang harganya lebih terjangkau. Hal ini membantu perusahaan bertahan dalam kondisi penurunan tren masyarakat dalam membeli makanan cepat saji.
Pizza Hut menyumbang 11% laba Yum Brands melalui 19.872 gerai yang mereka miliki di seluruh dunia. Jumlahnya tiga kali lebih kecil dibandingkan jumlah sumbangan laba 36% dari Taco bell di Amerika Serikat.
Perusahaan mengatakan hingga saat ini belum ada batasan waktu yang ditetapkan untuk menyelesaikan tinjauan strategis terkait nasib Pizza Hut. YumBrands juga tidak menjamin bahwa proses tersebut akan menghasilkan transaksi.