Sejumlah Wilayah Jakarta Terendam Banjir, Layanan Transportasi Terdampak

ANTARA FOTO/Ferlian Septa Wahyusa/Adm/YU
Warga mengendong anaknya saat melintasi banjir di Kebon Pala, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan banjir yang merendam kawasan di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi merupakan akibat dari hujan deras yang mengguyur Bogor.
12/1/2026, 11.58 WIB

Sejumlah wilayah di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan terendam banjir imbas curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya layanan transportasi umum.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengatakan sebanyak enam rukun tetangga (RT) serta empat ruas jalan di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan terendam banjir akibat curah hujan yang tinggi.

"Hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan terjadinya genangan (banjir) di beberapa wilayah," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin (12/1).

Menurut dia, hingga pukul 09.00 WIB, terdapat enam RT serta empat ruas jalan di Jakarta Utara dan Jakarta Selatan yang terdampak banjir. Ketinggian air yang merendam wilayah itu, kata dia, berkisar dari 20 sentimeter (cm) sampai hampir satu meter atau 95 cm, khususnya di tiga RT yang berada di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sementara ketinggian air yang merendam empat ruas jalan berkisar antara 10-20 cm. Berikut enam RT dan empat ruas jalan yang terendam banjir;

Jakarta Selatan, 4 RT, yaitu:

1. Kelurahan Duren Tiga: 1 RT
Ketinggian air: 40 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi

2. Kelurahan Pasar Minggu: 3 RT
Ketinggian air: 40-95 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut

3. Jakarta Utara, 2 RT, yaitu:

4. Kelurahan Tanjung Priok: 2 RT
Ketinggian air: 20 cm
Penyebab: Curah hujan tinggi

Empat ruas jalan yang tergenang, yaitu: 

1. Jalan Anggrek, Kelurahan Rawa Badak Utara
2. Jalan Walang Baru VII A, Kelurahan Tugu Utara
3. Jalan Rorotan 10, tepatnya di depan Masjid Tanwirul Ikhsan, Kelurahan Rorotan
4. Jalan Taman Stasiun, Kelurahan Tanjung Priok. 

 Transportasi Umum Terdampak

 Sementara itu, sejumlah layanan Mikrotrans tak berhenti di sejumlah titik pemberhentian akibat adanya genangan air pada jalur yang dilalui, Senin pagi ini, antara lain JAK 37 (Cililitan - Condet via Kayu Manis) dan JAK 79 (Cengkareng-Tubagus Angke).

"Dampak hujan deras dan genangan air pada senin pagi, memicu kepadatan lalu lintas di beberapa wilayah Jakarta. Hal ini menyebabkan keterlambatan kedatangan bus dan sejumlah rute mikrotrans," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi DPM di Jakarta, Senin.

Mikrotrans JAK 37 sementara tidak melayani pemberhentian bus (bus stop) Jalan H. Ali sampai dengan Jalan Al Bariyah, sementara JAK 79 arah Tubagus Angke sementara tidak melayani pemberhentian Peternakan 3 sampai dengan Peternakan Raya.

Selain itu, JAK 10 (Tanah Abang-Kota) dan JAK 13 (Tanah Abang-Kota Intan via Jembatan Lima) arah Tanah Abang tidak melayani bus stop Jalan Tongkol sampai dengan Jalan Pakin akibat ada genangan air di sekitar Jalan Tongkol.

JAK 71 (Kampung Rambutan - Pinang Ranti) arah terminal Kampung Rambutan tidak melayani bus stop Jalan Penggilingan Baru 1 sampai dengan Mastrip akibat genangan air di sekitar Jalan Penggilingan Baru 1.

Mikrotrans JAK 58 (Cilincing - Rusun Padat Karya) sementara tidak melayani bus stop Pemadam sampai dengan bus stop PLN akibat ada genangan air di sekitar Jalan Raya Gereja Tugu.

Lalu, JAK 02 (Kampung Melayu-Duren Sawit) mengalami keterlambatan kedatangan karena kepadatan lalu lintas di sekitar Simpang Pondok Bambu Batas 3 yang disebabkan genangan air di sana.

Sementara itu, JAK 61 (Pulogadung-Cempaka Putih), JAK 112 (Pulogadung-Tanah Merah), dan JAK 24 (Senen - Pulo Gadung via Kelapa Gading) sementara tidak dapat melayani penumpang karena ada genangan air pada jalur yang dilalui.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.