PHK 2025 Tembus 88.519 Orang, Naik 13,54% dari Tahun Sebelumnya

ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU
Mahasiswa membawa poster saat mengikuti aksi Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPRD, Malang, Jawa Timur, Kamis (1/5/2025). Unjuk rasa gabungan dari Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) dan berbagai elemen mahasiswa tersebut menuntut pemerintah memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan membuka lapangan kerja baru serta mencegah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak.
21/1/2026, 15.27 WIB

Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia sepanjang 2025 sebanyak 88.519 orang. Jumlah tersebut naik 13,54% dibandingkan 2024 yang mencapai 77.965 orang.

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan naiknya angka PHK disebabkan faktor ekspor dan impor Indonesia.

“Ada tekanan dari ekspor-impor pastinya,” kata Indah saat ditemui di kompleks DPR RI, Rabu (21/1).

Indah menyebut ada banyak faktor penyebab PHK, salah satunya berasal dari tekanan ini berasal dari dinamika geopolitik dunia yang terjadi pada paruh pertama 2025. Geopolitik yang dimaksud adalah perang antara negara.

“Mengatasi PHK bukan tugas Kementerian Ketenagakerjaan saja, tapi perlu koordinasi dan kolaborasi banyak pihak,” ujarnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan tingginya angka PHK terjadi lantaran perlambatan ekonomi yang menyebabkan pelemahan permintaan dari masyarakat. Ia menyebut saat ini permintaan dan kebutuhan akan tenaga kerja baru menurun sehingga PHK berlanjut. 

“Itu terjadi 10 bulan pertama tahun lalu. Tahun ini 10 bulan pertama, ekonom slow. Itulah gambaran bahwa ekonomi kita waktu itu melambat,” kata Purbaya di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (23/12/25). 

Purbaya menjelaskan saat ini pemerintah tengah mengupayakan untuk memulihkan kondisi perlambatan ekonomi itu. Hal ini dilakukan melalui peningkatan geliat perekonomian nasional sehingga bisa menciptakan lapangan kerja.

Bahkan, dengan sinkronisasi kebijakan fiskal oleh Kementerian Keuangan dengan kebijakan moneter yang diramu Bank Indonesia, Purbaya yakin ekonomi domestik akan semakin tumbuh semakin baik. 

“Jadi makanya saya concern itu dan ingin membantu mereka (dunia usaha) semaksimal mungkin untuk tumbuh lagi. Sesuai dengan permintaan, kenaikan permintaan karena kita ubah kebijakan di sini maupun di bank sentral,” ujar Purbaya.

Data PHK Sepanjang 2025

Januari 10.025 orang

Februari 18.516 orang

Maret 5.667 orang

April 4.875 orang

Mei 6.984 orang

Juni 6.967 orang

Juli 7.456 orang

Agustus 7.191 orang

September 7.437 orang

Oktober 8.984 orang

November 3.959 orang

Desember 458 orang

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani