Indonesia - Amerika Serikat Resmi Teken Kesepakatan Dagang

Youtube/Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ambassador Jamieson Greer dari United States Trade Representative (USTR) usai penandatanganan perjanjian perdagangan Indonesia-Amerika Serikat. Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
20/2/2026, 08.14 WIB

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah resmi menandatangani perjanjian tarif perdagangan timbal balik antara kedua negara. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer. 

Penandatangan ini disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden dengan judul 'Penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia-AS’ pada Jumat (20/2) pagi. 

Presiden kedua negara, Prabowo Subianto dan Donald Trump tak terlihat dalam penandatanganan tersebut. Pemerintah Indonesia pun belum memberikan keterangan resmi mengenai poin-poin kesepakatan tersebut. 

Melansir laman resmi Perwakilan Perdagangan AS, Greer mengatakan perjanjian penting ini meruntuhkan hambatan perdagangan. Namun, ia tak menjelaskan berapa tarif yang akan diterima Indonesia.

“Saya senang menandatangani perjanjian bersejarah ini dengan Indonesia dan saya berterima kasih kepada Menteri Indonesia Airlangga Hartarto atas komitmennya untuk menyeimbangkan kembali hubungan perdagangan kita,” kata Greer. 

Adapun, secara substansi negosiasi tarif telah rampung dan kedua negara telah menyelesaikan proses harmonisasi bahasa hukum (legal drafting).  Dalam kerangka kesepakatan itu, Indonesia berkomitmen membebaskan tarif bea masuk bagi sebagian besar produk asal Amerika Serikat.

Sementara itu, Amerika Serikat menurunkan tarif resiprokal atas produk Indonesia dari 32% menjadi 19%, serta memberikan pengecualian tarif bagi sejumlah komoditas unggulan ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit (CPO), kopi, dan kakao.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman