Produk Indonesia yang tarifnya nol persen untuk ekspor ke AS, antara lain minyak sawit, kakao, rempah-rempah, komponen elektronik, dan komponen pesawat terbang.
Kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat dinilai berpotensi lebih menguntungkan ekspor komoditas bahan mentah dibandingkan produk manufaktur bernilai tambah tinggi.
Airlangga mengatakan, Indonesia dan AS sepakat memperkuat kerja sama ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, salah satu poin perjanjian adalah pembentukan Council of Trade and Investment.
Pembelian komoditas tersebut merupakan turunan dari kesepakatan tarif dagang resiprokal yang diperkuat melalui 11 memorandum of understanding (MoU) senilai total US$ 38,4 miliar.
Indonesia dan AS sepakat pada tarif timbal balik, dengan AS mengenakan tarif 19% untuk barang Indonesia namun memberikan pengecualian untuk sejumlah komoditas utama.
Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani Perjanjian Dagang mengenai tarif perdagangan timbal balik, yang diwakili oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Perwakilan AS
Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan bilateral ke Amerika Serikat pada 19 Februari, dengan agenda utama penandatanganan kesepakatan tarif dagang resiprokal (ART).
Donald Trump ancam kenakan tarif hingga 25% kepada negara yang masih berdagang dengan Iran melalui perintah eksekutif terbaru untuk memperketat sanksi.