Pramono Larang Lapagan Padel Dibangun di Tengah Permukiman

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Pemain padel mengembalikan bola ke arah lawannya saat mengikuti Kejuaraan Padel Kapolresta Samarinda di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (2/7/2025). Kejuaraan yang diikuti 192 orang peserta itu bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga padel yang memadukan elemen tenis dan squash.
24/2/2026, 12.56 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo melarang lapangan padel dibangun di kawasan perumahan. Kebijakan itu diterapkan agar tidak mengganggu aktivitas keseharian warga setempat.

Akan tetapi, peraturan itu hanya berlaku untuk lapangan padel yang baru akan dibangun. Hal tersebut dia sampaikan setelah menggelar rapat terbatas bersama jajaran untuk membahas aturan padel di Jakarta.

“Untuk lapangan padel sudah diputuskan, perizinan baru untuk pembangunan atau lapangan padel tidak diperbolehkan di zona perumahan, semuanya harus di zona komersial, untuk yang baru,” kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Selasa (24/2).

Beroperasi Maksimal Jam 20.00 WIB

Sementara itu, untuk lapangan padel yang berada di permukiman warga dan sudah memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Pramono memerintahkan jajarannya, seperti walikota dan camat agar dapat bernegosiasi dengan pemilik.

Pramono meminta agar lapangan padel berizin yang ada di permukiman warga maksimal beroperasi hingga pukul 20.00 WIB agar tidak mengganggu masyarakat.

“Sehingga untuk semua lapangan padel yang ada di perumahan, maksimum, walaupun sudah mendapatkan izin PBG, maksimum jam 20.00 malam,” tegas Pramono.

Sebelumnya, Pramono sempat menyatakan akan membatasi jam operasional lapangan padel, khususnya yang berada di tengah permukiman warga.

Menurut dia, aktivitas olahraga yang sekarang sedang menjadi favorit banyak orang di Jakarta itu harus menerapkan toleransi. Jangan sampai, keberadaan lapangan padel tersebut justru mengganggu keseharian masyarakat, karena itu tidak adil bagi masyarakat setempat.

“Bahkan ada yang bayinya satu setengah tahun, nggak bisa tidur karena malam-malam orang masih berteriak-teriak main padel, menurut saya juga nggak fair,” ungkap Pramono. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara