Kemnaker Klaim 30% Peserta Magang Nasional Batch Pertama Direkrut Perusahaan
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengklaim respons dunia usaha dan industri terhadap program magang nasional menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari tingkat penyerapan peserta magang oleh perusahaan yang mencapai 20% hingga 30%.
“Saya tentu mengucapkan selamat kepada peserta magang batch satu yang sudah selesai dan yang sudah ditawari kerja oleh perusahaan… Berdasarkan monitoring yang kita lakukan respons dari perusahaan, saya lihat sangat baik, ada yang sudah merekrut 20%, ada yang 30% dari magang yang ada,” ujar Yassierli dalam Penutupan Program Magang Nasional Batch I, via YouTube Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, proses pendataan masih berlangsung untuk memastikan jumlah pasti peserta yang terserap di dunia kerja, khususnya di sektor swasta. Adapun rekrutmen di kementerian dan lembaga pemerintah masih mengikuti mekanisme seleksi calon aparatur sipil negara (CPNS).
Yassierli juga mengungkapkan, terdapat perusahaan yang sebenarnya berminat merekrut lebih banyak peserta magang, namun belum dapat merealisasikannya karena kondisi internal. Meski demikian, ia optimistis peserta yang telah mendapat penilaian baik selama magang memiliki peluang besar untuk sukses di dunia kerja.
“Kalau adik-adik yang magang sudah dibilang bagus oleh perusahaannya, saya yakin adik-adik bisa sukses di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi mencatat 1.185 perusahaan terlibat sebagai penyelenggara pemagangan dengan dukungan 5.267 mentor.
Dari sisi peserta, sebanyak 16.112 orang dinyatakan lolos seleksi pada batch pertama, yang terdiri dari 14.952 peserta batch 1A dan 1.160 peserta batch 1B.
Namun, jumlah peserta aktif hingga akhir program tercatat sebanyak 11.949 orang, dengan rincian 11.110 peserta batch 1A dan 839 peserta batch 1B.
“Hal ini merupakan bagian dari dinamika program di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah mereka diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan atau instansi,” kata Anwar.
Program magang nasional batch pertama ini berlangsung selama enam bulan, mulai 20 Oktober 2025 hingga 24 April 2026. Selama periode tersebut, program dinilai berjalan baik sebagai upaya meningkatkan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi melalui pengalaman langsung di dunia industri.
“Program telah berjalan alhamdulillah dengan baik sebagai bagian dari upaya yang sistematis dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi melalui pemberian pengalaman langsung di dunia industri,” ujar Anwar.