PT INTI Akan Ditutup, Danantara Pastikan Tak Ada PHK

Ade Rosman
25 Mei 2026, 19:27
Danantara, PT INTI, PHK
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/foc.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menyatakan, tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawan PT INTI.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Industri Telekomuniasi Indonesia (INTI), badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang industri telekomunikasi, akan ditutup karena termasuk BUMN 'sakit' yang sulit diselamatkan. Meski begitu, Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menyatakan, tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawan PT INTI. 

“Oh, enggak ada (PHK), pekerjanya aman, kan kita sudah bilang. Enggak ada yang di-PHK,” kata Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5). 

Berdasarkan data perusahaan, hingga akhir 2024 PT INTI memiliki 171 karyawan, yang terdiri atas karyawan tetap, karyawan kontrak, dan karyawan entitas anak perusahaan. Jumlah karyawan PT INTI ini sudah susut 43,9% dari jumlah karyawan pada 2020 yang mencapai 305 orang. 

Donny mengatakan, saat ini Danantara tengah melakukan penilaian dan pengecekan berkaitan dengan rencana penutupan PT INTI. 

“Sedang dilakukan asesmen, sedang dicek sebagaimana yang saya sampaikan mengenai streamline kan. Selagi dilakukan proses untuk verifikasi semuanya,” katanya. 

Danantara Ungkap Alasan Banyak BUMN Terpuruk

Pada 2025, Dony mengungkapkan, alasan di balik kondisi banyak perusahaan BUMN yang sempat terpuruk, bahkan nyaris tutup. Salah satunya adalah PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang kini dalam skenario penyelamatan Danantara lewat injeksi dana. 

Menurut Dony, akar masalahnya terletak pada struktur BUMN di masa lalu yang berjalan tanpa keterkaitan satu sama lain dan interkorelasi. Akibatnya, perusahaan yang merugi tidak bisa mendapat dukungan dari BUMN lain yang untung.

“Semakin lama, perusahaan kita bukan makin baik, tapi justru banyak yang tertutup dan tidak bisa survive,” kata Dony dalam paparan New Economic Order di Jakarta, Kamis (9/10).

Dony mencontohkan beberapa BUMN yang kini mengalami krisis hingga hampir tutup antara lain PT Djakarta Lloyd dan PT INTI. Bahkan, Krakatau Steel  yang dulu dikenal kuat kini berada di ujung tanduk akibat kerugian yang ditorehkan perusahaan.

Untuk mengatasi hal tersebut, seluruh BUMN kini dikonsolidasikan di bawah Danantara Asset Management yang berperan sebagai super holding BUMN. Tujuannya agar antar satu perusahaan dengan yang lain akan saling membantu.

"Seluruh keuntungan ini dikonsolidasikan disini, bisa membantu satu sama lain selama perusahaan itu memiliki prospek yang baik," ujarnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...