Okupansi Capai 161%, Rangkaian KRL Tanah Abang-Rangkasbitung akan Lebih Panjang

ANTARA FOTO/ Rakha Raditya Yahya/app/YU
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi peron stasiun Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/4/2026). PT KAI menyebutkan pembangunan stasiun tersebut memasuki tahap akhir dan ditargetkan dapat beroperasi pada Juni 2026 untuk melayani perjalanan dengan KRL rute Tanjung Priok-Jakarta Kota.
3/6/2026, 16.36 WIB

PT Kereta Api Indonesia atau KAI akan meningkatkan kapasitas lintas kereta rel listrik (KRL) Tanah Abang-Rangkasbitung. Hal itu karena kereta rute tersebut memiliki tingkat okupansi tinggi yaitu sebesar 161%.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyiddin pihknya akan menambah rangkaian kereta yang lebih panjang untuk mengatasi kepadatan tersebut. Namun, pengoperasian rangkaian 12 kereta atau SF12 masih terkendala keterbatasan pasokan daya listrik.

"Jalur Rangkasbitung saat ini hanya memiliki daya sekitar 3.000, sedangkan Bogor dan Bekasi masing-masing sekitar 4.000. Kami sudah berkali-kali mencoba melakukan rekayasa operasi, namun tetap belum memungkinkan menjalankan rangkaian SF12," kata dia dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (3/6).

Karena itu, perseroan akan meningkatkan kapasitas listrik aliran atas (LAA) dengan membangun 11 gardu traksi baru. Proyek tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat agar daya listrik mencukupi untuk pengoperasian rangkaian yang lebih panjang.

Selain peningkatan daya, KAI juga akan memodernisasi sistem persinyalan di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Saat ini lintasan tersebut masih menggunakan sistem blok tertutup yang menyebabkan jarak waktu antar kereta (headway) berada di kisaran 10 menit.

Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintasan diharapkan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina