Bantuan Beras 10 Kg Diperpanjang 3 Bulan, Sasar 33,2 Juta Penerima

ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/YU
Pekerja memanggul karung beras hasil serapan di Gudang tambahan milik Bulog Cabang Indramayu, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Perum Bulog meningkatkan kapasitas gudang hingga tujuh juta ton menyusul pasokan beras yang terus meningkat yakni mencapai 5,36 juta ton.
9/6/2026, 16.35 WIB

Pemerintah memutuskan memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengantisipasi dampak musim kemarau, serta potensi kenaikan harga pangan. Program tersebut akan menyasar 33,24 juta penerima manfaat. 

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan keputusan itu diambil agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tingkat masyarakat, terutama kelompok rentan.

"Kami ingin memastikan harga-harga sembako tidak boleh naik. Dalam situasi apa pun, harga pangan tidak boleh membuat masyarakat semakin susah," kata Zulhas dalam Rapat Koordinasi Terbatas di kantornya, di Jakarta, Selasa (9/6).

Bantuan bergulir mulai Juli, sementara dua bulan berikutnya akan menyesuaikan dengan kondisi musim paceklik. 

Dalam program itu, setiap penerima manfaat akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Total penerima yang menjadi sasaran mencapai 33.244.000 orang atau hampir 33,5 juta masyarakat.

Dengan jumlah penerima tersebut, kebutuhan beras untuk program selama tiga bulan diperkirakan mencapai sekitar 1 juta ton. Zulhas menilai stok beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton masih memadai untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

"Artinya, apabila stok saat ini sekitar 5,2 juta ton, maka akan berkurang sekitar 1 juta ton untuk program bantuan tersebut," ujarnya.

Selain itu, pemerintah tidak lagi memasukan minyak goreng kemasan sederhana Minyakita ke dalam program bantuan pangan itu, seiring melonjaknya harga dan menipisnya stok di pasaran. 

“Tidak boleh ada lagi Minyakita yang dialokasikan untuk bantuan, tetapi harus masuk ke pasar-pasar tradisional,” kata dia. 

Sebelumnya, pasokan Minyakita untuk bantuan pangan dinilai berdampak pada berkurangnya pasokan di pasar. Kondisi itu telah dievaluasi dan diperbaiki agar tak terulang kembali. 

“Memang kemarin ada kebijakan bahwa Minyakita dipakai untuk bantuan pangan sehingga Minyakita tidak tersedia di pasar. Nah, pengalaman itu sudah kami perbaiki," ujarnya,



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina