Menteri Maruarar Sebut Gentengisasi Jalan Terus, Sudah Amankan Dana dari BRI

ANTARA FOTO/Abdan Syakura/sg
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (kiri) berbincang dengan warga calon penerima program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) di Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).
19/6/2026, 19.05 WIB

Proyek “gentengisasi” yang diinisiasikan oleh Presiden Prabowo Subianto kini sudah mengamankan dana segar. Adapun rencana itu nantinya akan mengganti seluruh atap rumah warga menjadi genteng lewat program “gentengisasi” agar Indonesia makin indah. 

Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Marurar Sirait, menyebut sudah mendapatkan dana segar dari perbankan, salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI.

“Kemudian soal program lain dan gentengisasi, kami mendapatkan dukungan dari perbankan, khususnya dari BRI,” kata pria yang akrab disapa Ara itu di kantor Danantara, Jakarta, Jumat (19/6). 

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan alasannya mencanangkan proyek gentengisasi. Ia mendapat laporan dari banyak pakar bahwa limbah batu bara yang dicampur bahan genteng bisa menghasilkan genteng yang bagus. 

“Pabrik-pabrik genteng itu tidak mahal. Nanti Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng,” kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2 Februari lalu. 

 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga merespons kesiapan proyek ini. Purbaya mengatakan program ini bakal menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. “Gentengisasi enggak sampai Rp1 triliun,” kata dia di Indonesia Economic Summit 3 Februari lalu.

Sedangkan Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada, Ashar Saputra mengatakan program ini perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, penggunaan material atap memiliki perbedaan dari segi kondisi geografi, budaya, dan kemampuan ekonomi. 

Secara teknis, menurut Ashar, seng memiliki risiko kebocoran yang rendah bahkan juga dipasang dengan kemiringan rendah. Sementara genteng, akan lebih aman dipasang pada kemiringan lebih dari 30%.

Genteng cenderung lebih berat yang menuntut struktur bangunan yang lebih kokoh. Saat terjadi gempa, genteng dapat meningkatkan risiko fatalitas jika struktur bangunan tidak kokoh.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila