Danantara Dukung Penyelamatan PT Pakerin, 2.700 Buruh Berpotensi Direkrut Lagi
PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) disebut berpeluang kembali merekrut ribuan pekerja setelah mendapat dukungan skema penyelamatan industri.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, mengatakan Danantara dan PT Pakerin telah membahas skema pembiayaan melalui Bank Himbara untuk mendukung keberlanjutan operasional perusahaan yang berada di Mojokerto tersebut.
“BP Danantara bersepaham untuk mendorong Bank Himbara memberikan pinjaman modal kerja ke PT Pakerin Indonesia di Mojokerto,” ujar Said ditemui di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).
PT Pakerin masih memiliki aset yang cukup baik sehingga dinilai masih layak untuk diselamatkan. Salah satu langkah awal adalah menggunakan aset likuid perusahaan sekitar Rp 159 miliar untuk membayar pesangon pekerja sesuai kesepakatan antara buruh dan pengusaha.
Setelah kewajiban itu diselesaikan, Said menilai kondisi PT Pakerin akan lebih sehat. Menurutnya, persoalan utama perusahaan bukan pada bisnis, melainkan kendala modal kerja.
“Setelah itu, PT Pakerin ini kan sudah sehat. Yang nggak sehat tadi saya sudah bilang bank primanya. Dia akan jalan lagi,” jelas Said.
Butuh Modal Kerja Rp400 Miliar
Said mengatakan Danantara akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi perusahaan sebelum mendorong pemberian pembiayaan. Modal kerja yang dibutuhkan PT Pakerin disebut sekitar Rp400 miliar.
PT Pakerin belum mengambil opsi pinjaman modal langsung dari Danantara. Perusahaan disebut lebih memilih skema pembiayaan melalui Bank Himbara.
“Danantara nanti akan memeriksa kesehatan perusahaan Pakerin, akan mendorong Bank Himbara memberikan dana pinjaman. Dengan jaminan sisa aset yang bagus di LPS tadi ada sekitar Rp600 miliar. Sedangkan modal kerjanya Rp400 miliar,” ujar dia.
Menurut Said, nantinya bank BUMN seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, atau BTN akan melihat kelayakan pembiayaan tersebut sesuai ketentuan perbankan.
“Tapi sekali lagi, semua harus diperiksa sesuai ketentuan perbankan,” ujarnya.
2.700 Buruh Berpotensi Kembali Bekerja
Said menilai PT Pakerin merupakan contoh perusahaan yang masih feasible untuk diselamatkan karena produknya masih memiliki pasar. Ia menyebut produksi bubur kertas PT Pakerin masih dapat diserap oleh pasar.
“PT Pakerin adalah salah satu contoh yang hasil produksi bubur kertasnya diserap oleh pasar,” katanya.
Saat ini, sekitar 500 pekerja masih bertahan bekerja di PT Pakerin. Jika kondisi perusahaan kembali pulih, sekitar 2.200 pekerja yang sebelumnya terdampak PHK berpotensi kembali direkrut.
“Karena 500 orang di PT Pakerin masih bekerja, kalau nanti tambah lagi 2.200, dia kembali ke 2.700,” ujar Said.
Menurutnya, dengan adanya aset, pasar, serta kebutuhan modal kerja yang jelas, PT Pakerin dinilai memiliki peluang besar untuk kembali beroperasi secara normal.
“Jadi itu kan sehat, kemungkinan besar yang Pakerin ini feasible,” kata Said.