Agrinas Palma Targetkan Produksi TBS Sawit Bulanan Tercapai pada Agustus

Screenshot Website Agrinas Palma Nusantara
PT Agrinas Palma Nusantara menargetkan jumlah produksi bulanan tandan buah segar (TBS) sawit sebesar 340 ribu ton bisa tercapai pada Agustus 2026.
Penulis: Mela Syaharani
6/7/2026, 13.17 WIB

PT Agrinas Palma Nusantara menargetkan jumlah produksi bulanan tandan buah segar (TBS) sawit sebesar 340 ribu ton bisa tercapai pada Agustus 2026. Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani mengakui saat ini perusahaan memang belum bisa mencapai target- target yang ditetapkan.

Dia mencontohkan Agrinas baru mencapai produksi TBS sebanyak 173 ribu ton pada Maret, atau hanya 50% dari target 340 ribu ton.

“Per Mei (kekurangan produksi) tinggal 25%, kemudian Juni (kurang) 15%, dan nanti Agustus kami sudah mencapai target. Insya Allah akhir tahun (produksi kami) akan berada di atas target yang dicanangkan,” kata Ghani dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (6/7).

Secara keseluruhan Agrinas Palma Nusantara ditargetkan untuk menghasilkan  4,74 juta ton TBS sepanjang tahun ini. Berdasarkan data perusahaan, realisasi produksi baru mencapai 1,37 juta ton hingga Juni 2026.

Tak hanya produksi, dia menyebut berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) capaian laba perusahaan juga belum menghasilkan angka yang baik.

“Laba kami tidak banyak, hanya Rp 2,7 miliar karena ini dulunya adalah perusahaan karya,” ujarnya.

Dia menyebut secara umum kinerja operasional masih jauh di bawah target, karena masih dalam tahap penyesuaian organisasi menjadi korporasi perkebunan.

“Secara finansial juga kami sampaikan kinerja sampai dengan bulan Mei masih belum menunjukkan kenaikan, tapi trennya sudah menunjukkan perbaikan,” katanya.

Pengelolaan Lahan Agrinas Palma

Ghani mengatakan hingga saat ini Agrinas Palma mengelola 4,1 juta hektare (ha) lahan. Jumlah tersebut didapatkan perusahaan melalui tujuh kali penyerahan.

Saat ini jumlah lahan yang sudah terverifikasi hingga tahap 5 mencapai 1,7 juta ha. Dari jumlah tersebut yang sudah ditanami sawit sebanyak 730 ribu ha, dan sisanya ditanami non-sawit.

Perusahaan saat ini sedang melakukan tahap verifikasi lahan sebanyak 2,5 juta ha. Tersebar mulai dari Aceh 173 ribu ha, Riau 729 ribu ha, Papua 494 ribu ha.

Tak hanya sampai disitu, Agrinas juga mendapatkan tugas pengelolaan lahan untuk program swasembada pangan energi.

“Kami ditugaskan untuk memperluas kebun sawit 400 ribu ha. Kami juga mengembangkan kedelai 400 ribu ha, singkong untuk etanol 300 ribu ha, dan jagung 250 ribu ha,” ucapnya.

Selain itu, perusahaan ini juga berencana mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau dengan kapasitas 600 ribu ton

“Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Kemudian, kami juga akan membangun pabrik yang mengolah singkong jadi bioetanol pada 2030, dengan kapasitas 183 ribu ton," ujarnya. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Mela Syaharani