Danantara Sebut PT PAL Harus Berbenah untuk Penugasan Strategis Pemerintah
PT Danantara Asset Management (DAM) meminta PT PAL Indonesia untuk terus mengakselerasi tata kelola perusahaan melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi dan akselerasi berbagai program strategis demi memperkuat industri maritim nasional.
“Seiring meningkatnya penugasan strategis dari pemerintah, perusahaan harus didukung oleh korporasi yang sehat, tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi yang mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan," kata Komisaris Utama PT Danantara Asset Management Rabin Indrajad Hattari dalam keterangan di Surabaya, Sabtu (25/7).
Terlebih lagi, Rabin mengatakan PT PAL Indonesia merupakan aset strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang kuat.
Meski demikian, ia mengapresiasi sistem manajemen proyek PT PAL yang mampu menjaga disiplin pelaksanaan proyek strategis.
Oleh sebab itu, PT Danantara Asset Management akan terus mendorong pemerintah mendukung program-program strategis PT PAL sehingga transformasi dapat lebih cepat dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi penguatan industri galangan kapal nasional.
“Keberhasilan transformasi harus terus dipercepat melalui penguatan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan adopsi teknologi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang,” katanya.
Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menjelaskan transformasi perusahaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan produktivitas tetapi juga membangun ekosistem industri maritim yang mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Menurutnya, industri galangan kapal memiliki multiplier effect yang jauh lebih besar dibandingkan sektor industri lainnya.
Selain menggerakkan rantai pasok nasional, industri ini juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar baik secara langsung di galangan kapal maupun tidak langsung.
Ia menuturkan setiap pembangunan kapal di PT PAL tidak hanya menggerakkan rantai pasok nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang luas di berbagai sektor industri pendukung.
"Dengan demikian manfaat ekonomi yang dihasilkan menyebar lebih luas dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan industri nasional," kata Kaharuddin.