Kintakun Andalkan Ekspansi MR DIY untuk Perluas Pasar Produk Lokal

Katadata/Kamila Meilina
Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun, Vincent Saputra dan Deputy Head of Purchasing MR.D.I.Y. Indonesia, Natalia Hana Refinawati di kantor Kintakun, Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8)
10/8/2026, 17.26 WIB

Industri perlengkapan tidur dan kebutuhan rumah tangga lokal melihat peluang dari ekspansi jaringan ritel ke berbagai daerah. PT Subur Anugerah Sentosa (Kintakun), produsen perlengkapan tidur asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memanfaatkan kemitraan dengan PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR.D.I.Y. untuk memperluas distribusi dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Direktur Marketing dan Pengembangan Bisnis Kintakun Vincent Saputra mengatakan kerja sama dengan MR DIY memberikan akses lebih luas bagi produk lokal untuk hadir di berbagai wilayah Indonesia. 

Menurutnya, konsumen Indonesia tidak hanya mencari produk impor tanpa merek, tetapi juga semakin membutuhkan produk lokal bermerek yang mudah ditemukan.

"Brand lokal ini justru yang sebenarnya dicari masyarakat untuk ada available di lebih banyak titik sebenarnya," kata Vincent dalam sesi diskusi media di kantornya di Bandung, Jawa Barat, Senin (10/9). 

PT Subur Anugerah Sentosa atau Kintakun merupakan perusahaan lokal yang bergerak di bidang perlengkapan tidur dan kebutuhan rumah tangga. Berdiri sejak 2005, perusahaan memiliki pabrik di Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kintakun mulai mengembangkan kerja sama dengan MR DIY sekitar 2024-2025. Dalam dua tahun sejak kemitraan dimulai, penjualan Kintakun ke MR.D.I.Y. Indonesia meningkat hingga 2,5 kali lipat atau 150%.

Seiring ekspansi jaringan MR DIY yang kini telah memiliki lebih dari 1.300 toko di Indonesia, Kintakun melihat peluang pertumbuhan distribusi yang semakin besar. Jumlah gerai MR DIY yang diperkirakan masih dapat bertambah menjadi peluang bagi Kintakun untuk memperluas jangkauan produknya, terutama ke wilayah yang sebelumnya tidak menjadi pasar utama perusahaan.

Untuk memenuhi target pertumbuhan itu, Kintakun memaksimalkan kapasitas produksi yang mencapai lebih dari 100.000 pieces per bulan. Segmen penjualan terbesar berada di kelas menengah dengan kisaran harga sekitar Rp150.000. 

“Perusahaan juga mengembangkan sejumlah lini produk untuk menjangkau berbagai segmen harga. Kintakun juga mulai mengembangkan produk Kintakun Baby, meski kontribusinya terhadap penjualan masih di bawah 10%,” ujar Vincent. 

Dari sisi penjualan, produk Kintakun yang dipasarkan melalui MR DIY telah terjual lebih dari 250.000 pieces dalam setahun terakhir. Vincent menyebut kerja sama tersebut turut mendorong peningkatan penjualan Kintakun.

Selain memperluas distribusi, Kintakun dan MR DIY juga mengembangkan produk yang dibuat khusus untuk jaringan ritel tersebut. Beberapa di antaranya adalah Kintakun Light Plain Series serta produk dengan motif geometris, minimalis, dan abstrak.

Seiring perkembangan kerja sama, Kintakun kemudian menghadirkan produk eksklusif yang hanya tersedia di jaringan MR.D.I.Y. melalui LITE Series. Koleksi tersebut mencakup Plain Color Collection, Geo Motif Series, Abstract Motif Series, serta Boys & Girls Kids Series. Kintakun juga menyiapkan Blooms Motif Series yang akan segera hadir.

Bidik Pasar Asia Tenggara

Setelah memperkuat pasar domestik, Kintakun mulai membidik peluang ekspansi ke pasar luar negeri melalui jaringan MR DIY. Vincent mengatakan perusahaan tengah berdiskusi dengan MR DIY untuk membawa produk Kintakun ke sejumlah negara tempat jaringan ritel tersebut beroperasi.

Malaysia menjadi salah satu pasar yang tengah dipertimbangkan. Kintakun juga melihat peluang untuk masuk ke Thailand pada tahap berikutnya.

"Jadi ada rencana ekspor ke depannya dengan MR DIY, lewat gerai-gerainya di luar negeri," ujar Vincent.

Menurut Vincent, ekspansi ke Malaysia menjadi opsi yang cukup menarik karena kedekatan karakter pasar Indonesia dan Malaysia. Meski demikian, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut antara Kintakun dan MR DIY.

"Tentu harus ada komitmennya dari dua sisi. Saat brand lokal mau ada di luar negeri, berarti kami harus sama-sama melihat seperti apa kebutuhan brand di negara tersebut," katanya.

Deputy Head of Purchasing MR DIY Indonesia Natalia Hana Refinawati mengatakan perusahaan memang memiliki komitmen untuk mengembangkan kemitraan dengan pemasok lokal dalam jangka panjang.

Menurut Natalia, pertumbuhan produk lokal di jaringan MR DIY terus meningkat setiap tahun. Meski tidak merinci komposisi produk lokal dan impor, ia menyebut nilai transaksi pembelian dari mitra pemasok lokal mencapai sekitar Rp949 miliar pada 2025.

MR DIY juga terus menambah jumlah mitra pemasok lokal. Saat ini, perusahaan telah bekerja sama dengan ratusan pemasok lokal.

"Kami punya komitmen untuk bisa mengajak supplier lokal ini berkembang bersama MR DIY. Kami ingin membantu supplier lokal bisa bertumbuh dan berkembang serta bermitra untuk jangka panjang," ujar Natalia.

Ekspansi toko menjadi salah satu strategi MR DIY untuk memperluas akses terhadap produk lokal. Saat ini, MR DIY memiliki lebih dari 1.300 toko di Indonesia dan menargetkan penambahan 270 toko baru pada 2026.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina