Sejumlah Perusahaan Swasta Bakal Diakuisisi BUMN Tekstil, Termasuk Sritex

Annual Report SRIL 2023
Seorang pekerja di pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).
13/10/2026, 14.18 WIB

Menteri Perindustrian Sarmuji mengatakan pemerintah akan membentuk BUMN Tekstil sebagai perusahaan plat merah yang mengembangkan industri lewat perusahaan eksisting dalam negeri. 

Rencana itu disebutnya dibahas bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang memiliki investasi besar di badan usaha milik negara (BUMN) sektor tekstil. Sejumlah perusahaan swasta akan diakuisisi BUMN tersebut, salah satunya PT Sri Rejeki Iman alias Sritex. 

“Ada beberapa perusahaan tekstil yang diakuisisi,” kata Sarmuji saat ditemui di kantornya, di Jakarta Selatan, Selasa (13/10). Ia menyatakan akuisisi ini termasuk perusahaan tekstil yang hampir bangkut. 

Konsep BUMN Tekstil nantinya akan menyatukan subsektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT) agar semakin berkembang. Langkah akuisisi ini diharapkan dapat menyatukan kekuatan masing-masing perusahaan sehingga pengembangan industri tekstil dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.

“Itu menjadi lebih bermakna karena menyatukan beberapa kekuatan. Mungkin satu perusahaan tekstil dengan perusahaan tekstil lainnya punya kekuatan masing-masing, nanti akan kita sinergikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Danantara akan mengembangkan perusahaan tersebut dengan konsep industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Kepala Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan pembentukan BUMN tekstil baru menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kembali industri tekstil nasional. Danantara juga mempertimbangkan untuk bermitra dengan sejumlah perusahaan tekstil yang telah beroperasi dan memiliki potensi dari sisi mesin, teknologi, dan kemampuan menciptakan lapangan kerja.

“Akan bikin perusahaan baru untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kami akan lihat apa bisa bermitra dengan perusahaan tekstil yang sudah ada,” kata Rosan setelah menghadiri rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (22/9).

Mengenai mekanisme pembentukan BUMN tekstil nantinya, Rosan sebelumnya mengatakan setidaknya ada dua pilihan yang sedang dikaji. Opsi itu adalah penyaluran kredit atau membangun perusahaan pelat merah baru.

Salah satu opsi yang dimaksud adalah akuisisi aset bekas PT Sri Rejeki Isman atau Sritex. Untuk diketahui, Tim Kurator Sritex memutuskan seluruh tanah, bangunan, mesin, dan peralatan milik Sritex disewakan dengan total nilai Rp 326,86 miliar per tahun.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Kamila Meilina