Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas di tengah tekanan biaya dan kenaikan upah.
Tiga perusahaan tekstil terintegrasi menanamkan modal hingga US$ 60 juta atau setra Rp 1 triliun (kurs Rp17.210) untuk membangun fasilitas manufaktur di kawasan Subang Smartpolitan.
Harga bahan baku utama tekstil yang melonjak berimbas pada industri pemintalan benang dengan naiknya harga benang katun dan poliester hingga Rp.2000 per kilogram.
Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) memperkirakan efek kenaikan harga bahan baku poliester akan terdistribusi ke produsen kain dalam satu-dua minggu ke depan.
Pemerintah tengah mengkaji pembentukan sebuah BUMN di sektor tekstil sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri padat karya sekaligus memperkuat daya saing dalam negeri.
Polyester berasal dari rantai bahan baku petrokimia yang berhubungan langsung dengan minyak bumi, sehingga ketika harga minyak naik akibat konflik geopolitik, harga polyester juga ikut naik.
Kinerja subsektor industri pakaian jadi yang berorientasi domestik justru mengalami kontraksi pada beberapa bulan di 2025 karena permintaan lebih banyak dipenuhi oleh produk impor.