Grup Salim dan Prajogo Pangestu Patungan Bangun Tangki Bitumen di Merak Banten

Katadata/Nur Hana Putri Nabila
Direktur Utama PT Redeco Petrolin Utama, Lingga Widastri, saat wawancara di Merak, Banten, Jumat (23/10).
23/10/2026, 13.56 WIB

Grup Salim dan Prajogo Pangestu melakukan joint venture investasi di fasilitas tangki bitumen dengan kapasitas penyimpanan total sebesar 12.000 m&³3; di Merak, Banten.

Bitumen merupakan material penting dalam pembangunan dan pemeliharaan jalan. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), melalui anak usahanya PT Redeco Petrolin Utama (RPU), fasilitas baru ini memperluas portofolio layanan penyimpanan RPU sekaligus memperkuat kapabilitas infrastruktur CDI dalam mendukung kebutuhan industri nasional, khususnya di sektor konstruksi. Sedangkan Grup Salim berinvestasi melalui entitasnya, yakni PT Salim Chemicals Corpora.

Direktur Utama PT Redeco Petrolin Utama, Lingga Widastri, mengatakan pemegang saham investasi itu berasal dari Grup Chandra Asri dan Grup Salim. Sementara itu, Pertamina menjadi salah satu mitra bisnis Redeco.

“Shareholder-nya itu ada Chandra Asri dan Salim grup sih memang,”  kata Lingga ketika ditemui di Merak, Banten, Jumat (23/10). 

Meskipun begitu, Lingga enggan menyebutkan berapa nilai investasi untuk fasilitas tangki bitumen tersebut. Namun  proyek tersebut sudah didukung oleh dua shareholder besar, termasuk proyek strategis PT Redeco Petrolin Utama (RPU) untuk membuka portofolio baru.

Ia mengatakan, melalui fasilitas baru tersebut, Redeco dapat berkontribusi terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia, terutama konstruksi jalan. Adapun Redeco berfokus pada penyediaan tangki dan fasilitas penyimpanan. 

Sedangkan model distribusi dan penjualan akan menyesuaikan kebutuhan pelanggan. Saat ini, perusahaan belum memiliki rencana untuk menetapkan target baru.

“Nanti kami lihat utilisasinya apakah sudah optimal, kalau di atas suboptimal sudah pasti kita nanti akan membuka peluang untuk pembukaan tanki baru,” kata Lingga. 

Fasilitas baru tersebut terdiri dari tiga tangki berkapasitas masing-masing 3.000 meter kubik (m&³3;), 4.000 m&³3;, dan 5.000 m&³3;. Dengan penambahan ini, PT Redeco Petrolin Utama (RPU) akan mengoperasikan total 75 tangki penyimpanan untuk berbagai produk, mulai dari petrokimia, minyak bumi, pelumas, hingga bitumen.

Manajemen Chandra Daya Investasi mengatakan keandalan rantai pasok material berperan penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan industri dan pembangunan infrastruktur. Kehadiran fasilitas tangki bitumen ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas penyimpanan RPU untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang semakin beragam.

RPU juga akan terus mengoptimalkan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan layanannya untuk mendukung kelancaran pasokan material konstruksi serta memenuhi kebutuhan industri nasional.

“Melalui pengembangan fasilitas dan peluang kolaborasi dengan berbagai mitra, kami berharap dapat menghadirkan layanan penyimpanan dan kepelabuhanan yang semakin relevan bagi pelanggan, sekaligus berkontribusi terhadap kelancaran rantai pasok industri dan pembangunan ekonomi Indonesia,” kata manajemen. 

Sebagai bagian dari Chandra Asri Group, RPU berpeluang mengembangkan sinergi dengan bisnis lain dalam grup untuk mengintegrasikan rantai pasok bitumen. Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (Aster) memiliki kapabilitas dalam pasokan bitumen, sedangkan PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT SCG Barito Logistics (SBL) bergerak di bidang logistik dan transportasi.

Sinergi tersebut berpotensi menghubungkan pasokan, penyimpanan, hingga logistik untuk menjajaki solusi rantai pasok bitumen di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila