Zimbabwe Minta Bank Setop Penyaluran Kredit Demi Tahan Pelemahan Kurs

ANTARA FOTO?REUTERS/Philimon Bulaway
Ilustrasi. Zimbabwe memperkenalkan kembali mata uang lokal pada 2019 setelah meninggalkannya pada 2009 ketika dilanda hiperinflasi.
Penulis: Agustiyanti
9/5/2022, 10.19 WIB

Pemerintah Zimbabwe memerintahkan bank-bank lokal untuk menghentikan sementara penyaluran kredit dengan segera pada Sabtu (5/7). Langkah ini dirancang untuk menghentikan spekulasi terhadap dolar Zimbabwe, bagian dari serangkaian tindakan untuk menahan devaluasi yang cepat di pasar gelap.

Negara Afrika selatan itu memperkenalkan kembali mata uang lokal pada 2019 setelah meninggalkannya pada 2009 ketika dilanda hiperinflasi. Namun, dolar Zimbabwe yang secara resmi dikutip pada 165,94 terhadap dolar AS, terus meluncur turun di pasar gelap, di mana ia diperdagangkan antara 330 dan 400 terhadap dolar.

Nilai tukar pasar gelap telah bergerak dari sekitar 200 dolar Zimbabwe pada awal tahun.

Presiden Emmerson Mnangagwa telah mengumumkan langkah-langkah untuk menahan depresiasi mata uang, yang menurutnya, mengancam stabilitas ekonomi Zimbabwe. "Pemberian pinjaman oleh bank kepada pemerintah dan sektor swasta dengan ini dihentikan segera, sampai pemberitahuan lebih lanjut," kata Mnangagwa dalam sebuah pernyataan.

Dia menuduh spekulan yang tidak disebutkan namanya meminjam dolar Zimbabwe dengan suku bunga di bawah inflasi dan menggunakan uang itu untuk berdagang di valas.

Langkah-langkah lain yang juga diambil, termasuk peningkatan pajak atas transfer bank valas, pungutan yang lebih tinggi atas penarikan tunai valas di atas $1.000, dan pembayaran pajak yang dulunya dibebankan dalam valas dalam mata uang lokal.

Devaluasi nilai tukar pasar gelap dolar Zimbabwe, yang digunakan dalam sebagian besar transaksi keuangan dalam perekonomian, telah menaikkan inflasi.

Inflasi Zimbabwe tahun-ke-tahun meningkat menjadi 96,4% di bulan April, dari 60,6% pada Januari.