Topan Nanmadol Diramal Hantam Jepang Hari Ini, 2 Juta Orang Mengungsi

ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble/WSJ/djo
Seorang staf memakai masker saat berada di dalam stan selama pertandingan sepak bola Olimpiade Tokyo 2020 Grup D antara Pantai Gading dengan Arab Saudi di Stadion Internasional Yokohama, Yokohama, Jepang, Kamis (22/7/2021).
Penulis: Desy Setyowati
18/9/2022, 07.46 WIB

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan Topan Nanmadol pada Sabtu untuk prefektur Kagoshima di Kyushu. Pemerintah setempat pun meminta dua juta orang untuk berlindung.

Prefektur merupakan istilah suatu wilayah yang memiliki kekuasaan mandiri. Sedangkan Kyushu termasuk pulau paling selatan yang utama di Jepang.

“Dua juta orang di Jepang telah diberitahu untuk mencari perlindungan sebelum kedatangan Topan Nanmadol,” kata penyiar nasional NHK dikutip dari The Guardian, Minggu (18/9).

NHK melaporkan bahwa instruksi evakuasi tingkat empat atau yang tertinggi kedua, diberlakukan untuk orang-orang di Kagoshima, Kumamoto dan Miyazaki di wilayah Kyushu selatan.

Namun, Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tertinggi untuk wilayah Kagoshima. Ini adalah peringatan khusus terkait topan pertama yang dikeluarkan di luar wilayah Okinawa sejak penggunaan sistem dimulai pada 2013.

Nanmadol diklasifikasikan sebagai topan super oleh Pusat Peringatan Topan Gabungan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS). Topan ini berpotensi menjadi badai tropis paling merusak yang menyerang Jepang dalam beberapa dekade.

Topan Nanmadol membawa hembusan angin hingga 270 kilometer (km) per jam (168mph) pada Sabtu di dekat pulau terpencil Minami Daito dan 400 km (250 mil) timur pulau Okinawa, menurut catatan Badan Meteorologi Jepang.

Badai diperkirakan mendekati atau mendarat pada hari ini di selatan prefektur Kagoshima di Kyushu. Kemudian Topan Nanmadol bergerak ke utara pada hari berikutnya sebelum menuju pulau utama Jepang.

"Ada risiko badai yang belum pernah terjadi sebelumnya, gelombang tinggi, gelombang badai, dan rekor curah hujan," kata Kepala Unit Prakiraan Badan Meteorologi Jepang Ryuta Kurora.

"Diperlukan kehati-hatian maksimal," katanya. "Ini topan yang sangat berbahaya."

“Angin akan sangat kencang sehingga beberapa rumah mungkin runtuh,” tambah Kurora. Ia juga memperingatkan bahwa banjir dan tanah longsor juga mungkin terjadi.

Jepang sedang dalam musim topan dan dihantam oleh sekitar 20 badai seperti itu setiap tahun. Biasanya, diikuti oleh hujan lebat yang menyebabkan tanah longsor atau banjir bandang.

Para ilmuwan mengatakan bahwa kerusakan iklim meningkatkan keparahan badai dan menyebabkan cuaca ekstrem seperti gelombang panas, kekeringan dan banjir bandang menjadi lebih sering dan intens.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.