Inggris Pinjamkan Pangkalan Militer ke AS Meski Enggan Ikut Serang Iran

Instagram @keirstarmer
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
2/3/2026, 17.56 WIB

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan tidak akan ikut menyerang Iran. Namun, Inggris akan melakukan aksi pertahanan bersama negara lain di Timur Tengah, termasuk meminjamkan pangkalan militer mereka untuk operasi.

Starmer mengatakan negaranya belajar dari kesalahan Perang Irak pada Maret 2003. Saat itu, Inggris menurunkan sekitar 40.000 tentara dalam serangan awal setelah pemerintah Amerika Serikat menyatakan perang terhadap terorisme yang dimulai pada September 2001.

"Kami ingat kesalahan yang terjadi di Irak. Karena itu, kami tidak akan berpartisipasi dalam serangan awal terhadap Iran," kata Starmer dalam akun resmi Instagram-nya, Senin (2/3).

Iran telah meluncurkan misil ke delapan negara di Timur Tengah selama akhir pekan lalu, Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Starmer mengatakan, serangan misil tersebut secara sengaja menyerang beberapa fasilitas publik, seperti hotel dan bandara.

Starmer menilai kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei, membuat Iran mengambil strategi bumi hangus. Starmer menilai serangan misil Iran menjadi membabi buta pasca kematian Khamenei.

Reaksi masyarakat Iran setelah Ayatollah Khameini meninggal (Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS)

Menurutnya, serangan Iran ke Timur Tengah membahayakan 200.000 warga negara Inggris di kawasan. Karena itu, langkah utama yang akan diambil Starmer adalah pertahanan kolektif terhadap negara-negara sahabat di Timur Tengah.

Secara rinci, negara-negara yang telah diserang misil asal Iran adalah Israel, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Qatar, Irak, dan Oman. Starmer menilai satu-satunya jalan agar Iran menghentikan serangan misilnya adalah menghancurkan depo misil di Tanah Persia.

Karena itu, Starmer telah mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Inggris di Timur Tengah secara spesifik dan terbatas. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah Iran meluncurkan misil di Timur Tengah hingga menyerang negara yang tidak berkepentingan.

"Ini cara pemerintah Inggris melindungi kepentingan dan nyawa warga Inggris," katanya.

Seperti diketahui, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 27 markas serta aset Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah. Serangan ini adalah gelombang keenam dari "Operasi Janji Sejati 4" yang dilakukan sejak Israel-AS menyerang Iran, Sabtu (28/2).

IRGC mengatakan aksi tersebut termasuk serangan pada Pangkalan Udara Tel Nof, markas komando tentara Israel di HaKirya, serta kawasan industri pertahanan di Tel Aviv.

Sekretaris Dewan Pertahanan Nasional Iran, Ali Larijani, mengatakan rakyat Iran menolak pemecahbelahan negaranya.

"Kalian telah membakar hati rakyat Iran, kami akan membakar hati kalian," kata Ali dalam keterangannya, dikutip dari kantor berita resmi IRNA, Minggu (1/3).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief