Poin Pidato Perdana Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: Incar Pangkalan AS

https://www.rudaw.net/
Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
13/3/2026, 11.28 WIB

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memberikan pesan kenegaraan pertamanya dalam bentuk tulisan pada Kamis (12/3) malam. Secara umum, seluruh pesan Mojtaba membahas perang yang berlangsung antara negaranya dengan koalisi Israel dan Amerika Serikat.

Dilansir dari Iran Insight, Mojtaba menyatakan akan melanjutkan perlawanan militer dan menutup Selat Hormuz selama perang berlangsung. Pesan kenegaraan pertama Mojtaba dibacakan oleh pembawa acara media milik negara dengan menampilkan foto Mojtaba.

Mojtaba belum terlihat di ruang publik hampir dua pekan setelah perang dimulai pada Sabtu (28/2). Anak Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei ini juga belum pernah menerbitkan foto maupun video baru yang menunjukkan kondisi dirinya setelah dilantik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran ke-3.

Mojtaba dikabarkan terluka saat serangan misil pertama yang diluncurkan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2). Namun pemerintah Iran belum memberikan bukti terkait kondisi terkini Mojtaba.

Berikut empat tema utama dalam pesan tertulis Mojtaba:

Tutup Selat Hormuz

Mojtaba mengapresiasi pasukan militer Iran yang meneruskan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, masyarakat Iran menuntut berlanjutnya pertahanan yang efektif dan mampu memicu rasa penyesalan pada para penyerang.

Selain itu, Mojtaba menyarankan agar pemerintah Iran terus menutup Selat Hormuz sebagai daya ungkit dalam konflik di Timur Tengah.

"Tentu saja tuas yang menutup Selat Hormuz harus terus digunakan," tulis Mojtaba seperti dikabarkan Iran Insight, Jumat (13/3).

Mojtaba aknya telah mengkaji perluasan perang ke beberapa area yang membuat Amerika Serikat dan Israel rentan. Namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut area mana yang dinilai dapat menguntungkan Iran jika diaktifkan dalam masa perang.

Terakhir, Mojtaba mengapresiasi beberapa kelompok bersenjata di Timur Tengah yang telah mendukung perlawanan negaranya. Kelompok bersenjata yang dimaksud adalah Houthis di Yaman, Hezbollah di Lebanon, dan beberapa kelompok bersenjata di Irak.

"Kami menganggap negara tempat perlawanan berada adalah sahabat kami. Sebab, kelompok perlawanan tersebut adalah bagian yang tidak terpisahkan dari nilai Revolusi Islam," katanya.

Seruan Persatuan

Mayoritas pesan tertulis Mojtaba ditujukan kepada masyarakat Iran. Menurutnya, masyarakat Tanah Persia telah menunjukkan ketangguhan setelah terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran ke-2, yang juga ayahnya, Ali Khamenei.

Dia mengingatkan bahwa pemimpin dan pemerintah tidak bisa berfungsi efektif tanpa dukungan publik. Karena itu, Mojtaba mendorong warga Iran untuk menunjukkan partisipasi aktif di lapangan.

Mojtaba juga meminta masyarakat Iran untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik dan sosial selama perang berlangsung. Kegiatan yang dimaksud antara lain demonstrasi pada masa perang.

"Saya mengingatkan pentingnya partisipasi dalam upacara Hari Quds, di mana elemen melawan musuh harus menjadi penekanan," ujarnya.

Balas Dendam

Sebagian besar pesan Mojtaba juga membahas perlawanan terhadap pihak yang bertanggung jawab atas korban dalam perang. Mojtaba bersumpah bahwa negaranya akan terus melanjutkan upaya balas dendam.

Menurutnya, pembalasan bukan hanya untuk Ali Khamenei, tetapi juga untuk seluruh warga Iran yang menjadi korban. Setiap warga negara yang menjadi martir karena musuh merupakan kasus tersendiri untuk balas dendam," katanya.

Mojtaba menilai beberapa bentuk retaliasi telah terjadi dan akan terus dilanjutkan secara penuh. "Kasus ini akan terus dibuka di atas semua prioritas," katanya.

Ancam Serang Pangkalan AS di Timur Tengah

Mojtaba memberikan peringatan kepada seluruh negara di Timur Tengah yang memiliki basis militer Amerika Serikat. Menurutnya, militer Iran telah dan akan terus menyerang basis tersebut.

Mojtaba berargumen pihaknya telah memperingatkan negara-negara di Timur Tengah bahwa Iran akan menjadikan basis militer Amerika Serikat sebagai target militer. Namun ia menjanjikan Iran tidak menyerang negara Timur Tengah.

Mojtaba menjelaskan basis militer Amerika Serikat menjadi target tentara Iran karena dapat digunakan untuk menyerang Iran. "Mulai dari sekarang, kami terpaksa terus menyerang seluruh basis Amerika Serikat di kawasan," katanya.

Karena itu, Mojtaba mengingatkan seluruh negara di Timur Tengah harus menentukan posisinya terhadap pihak yang telah menyerang Iran dan membunuh warga Iran.

"Saya merekomendasikan mereka menutup basis tersebut sesegera mungkin," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief