Resmi Masuk Pusaran Perang, Houthi Gempur Israel 2 Kali dalam 24 Jam
Kelompok Ansharullah di Yaman, atau lebih dikenal dengan Houthi, kini resmi masuk dalam pusaran perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Berbagai media melaporkan, mereka sudah dua kali melancarkan serangan ke Israel dalam waktu kurang dari 24 jam pada akhir pekan ini.
Juru bicara militer Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saria, membenarkan bahwa kelompok militan yang bersekutu dengan Iran itu telah melakukan gelombang serangan kedua terhadap Israel pada Sabtu (28/3). Menurut dia, rentetan rudal jelajah dan drone Houthi diluncurkan untuk menargetkan situs-situs militer penting zionis.
"Angkatan Bersenjata kami (Houthi) telah melakukan operasi militer kedua, menggunakan sekelompok rudal jelajah dan pesawat tanpa awak," kata Saria seperti yang diunggah dalam video di saluran Telegram-nya, dikutip pada Minggu (29/3).
Sebelumnya, Israel mengeklaim telah mencegat sebuah rudal yang berasal dari Yaman.
Houthi mengawali serangannya ke Israel dengan meluncurkan rentetan rudal balistik pada hari yang sama. Itu adalah serangan pertama mereka sejak dimulainya perang AS-Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.
"Operasi militer ini akan terus berlanjut hingga tujuan dinyatakan tercapai, sebagaimana dinyatakan dalam pernyataan sebelumnya oleh Angkatan Bersenjata (Houthi), dan hingga agresi terhadap semua lini perlawanan berhenti," kata Saria melalui stasiun televisi satelit Al Masirah milik Houthi, Sabtu (28/3).
Dalam pernyataan sebelumnya pada Jumat (27/3), Saria memang memberikan sinyal bahwa kelompoknya akan bergabung dalam perang yang mengguncang Timur Tengah dan mengejutkan ekonomi global itu.
Analis Timur Tengah BBC menilai bergabungnya Houthi dalam perang Iran vs AS-Israel dapat memberikan tekanan baru bagi perekonomian dunia yang sudah terpukul akibat konflik itu.
"Jika Houthi menargetkan pelayaran yang melewati Selat Bab al-Mandab di ujung selatan Laut Merah, itu akan menjadi pukulan besar lainnya bagi ekonomi global," tulis analis tersebut, dikutip Minggu (29/3).
Sementara itu, kapal perang AS, USS Tripoli, yang membawa 3.500 personel angkatan laut dan marinir, dilaporkan telah tiba di Timur Tengah. Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan, kapal itu juga membawa sejumlah pesawat angkut, pesawat serang, serta peralatan serangan amfibi.
Pengerahan pasukan AS itu terjadi ketika Presiden Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran sedang berlangsung.
Di lain pihak, Pakistan akan menjadi tuan rumah pertemuan para menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir untuk membahas isu-isu terkait perang antara Iran melawan AS dan Israel. AFP melansir, Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, telah mengundang para menlu itu ke Islamabad, tempat pertemuan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/3) ini dan Senin (30/3) besok.