Iran Mulai Proses Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Berlangsung Sepekan
Iran memulai prosesi pemakaman akbar bagi pemimpin tertinggi mendiang Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (4/7). Rangkaian pemakaman ini akan diadakan selama sepekan dan dihadiri oleh jutaan pelayat.
Jenazah Khamenei akan disemayamkan di kompleks Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran. Hal ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir.
Setelah itu, prosesi iring-iringan jenazah akan digelar di beberapa tempat, mulai dari ibu kota Teheran, kota pusat pendidikan agama Qom, serta dua kota suci bagi umat Syiah yakni Najaf dan Karbala yang ada di Irak. Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli.
Pejabat Iran memperkirakan sebanyak 20 juta orang akan mengikuti rangkaian acara tersebut. Proses ini digelar empat bulan setelah Khamenei meninggal pada awal perang dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pemakaman ini awalnya dijadwalkan berlangsung pada Maret ketika perang dengan Amerika Serikat dan Israel masih berada pada puncaknya. Namun, acara tersebut ditunda karena akan menarik massa dalam jumlah sangat besar.
Jadwal baru pemakaman Khamenei diumumkan setelah tercapainya kesepakatan damai sementara dengan Amerika Serikat bulan lalu. Hal ini bertepatan dengan bulan suci Muharram, ketika mayoritas umat Syiah di Iran memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW.
Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, telah ditunjuk sebagai penerusnya. Namun, ia mengalami luka dalam serangan yang menewaskan ayahnya dan hingga kini belum pernah lagi muncul di hadapan publik.
Sejak pagi hari, kerumunan besar telah memadati Teheran. Siaran langsung televisi pemerintah Iran memperlihatkan peti jenazah Khamenei dan empat anggota keluarganya. Peti tersebut ditempatkan di atas panggung, serta diselimuti bendera nasional Iran.
Peti Khamenei diletakkan paling tinggi dibandingkan yang lain dan dihiasi sorban hitam yang selalu dikenakannya. Di antara peti-peti tersebut terdapat sebuah peti berukuran lebih kecil milik cucunya yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel.
Upacara pemakaman ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara, seperti Cina, Rusia, India, Pakistan, Turki, dan Irak, serta perwakilan kelompok milisi Timur Tengah yang bersekutu dengan Iran. Perwakilan juga datang dari negara-negara Teluk Arab yakni Qatar, Oman, dan Arab Saudi.
“Acara tersebut merupakan referendum yang menunjukkan besarnya kekuatan Iran, sekaligus membantah narasi tentang keruntuhan, isolasi, serta keterasingan antara negara dan rakyat," tulis surat kabar pemerintah Hamshahri dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/7).
Iran menutup sebagian besar wilayah ibu kota mereka untuk mendukung kelancaran prosesi pemakaman. Mereka juga menetapkan libur nasional selama tiga hari, serta memperketat pengamanan wilayah udara selama acara berlangsung.
Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, tercatat sebagai pemakaman dengan persentase kehadiran penduduk terbesar di dunia. Menurut angka resmi, lebih dari 10 juta orang menghadiri prosesi tersebut, sementara delapan orang tewas akibat berdesak-desakan.