Houthi Serang Dua Bandara Arab Saudi dan Fasilitas Migas Aramco

Media Sosial/via REUTERS
Asap dan api terlihat membumbung di Bandara King Khalid setelah milisi Houthi yang didukung Iran menyatakan mereka telah menyerang bandara yang ada di Riyadh, Arab Saudi itu pada 8 Oktober 2026.
Penulis: Hari Widowati
12/10/2026, 10.22 WIB

Arab Saudi menyatakan Bandara Internasional King Fahd di kota Dammam, wilayah timur, telah diserang, pada Minggu (11/10) malam. Kelompok Houthi dari Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap dua bandara Saudi dan fasilitas minyak utama di Arab Saudi.

Menurut laporan kantor berita Anadolu, Otoritas Umum Penerbangan Sipil (GACA) Arab Saudi menyatakan penilaian kerusakan dan pemeriksaan keselamatan sedang dilakukan di bandara tersebut bekerja sama dengan pihak berwenang terkait.

Pihak berwenang tidak segera memberikan rincian mengenai korban jiwa atau tingkat kerusakan, seraya menyebutkan bahwa insiden ini terjadi di tengah rangkaian serangan yang terus berlanjut terhadap fasilitas penerbangan sipil di kerajaan tersebut.

Sementara itu, koalisi pimpinan Saudi menyatakan melalui platform media sosial AS, X, bahwa sistem pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat nirawak (drone) di Provinsi Timur Arab Saudi.

Sebelumnya, pada hari Minggu (11/10), GACA melaporkan serangan lain terhadap Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh, yang menyebabkan adanya korban luka namun tidak merinci jumlah maupun tingkat keparahan luka tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Bandara Internasional King Fahd. Ia menyatakan serangan itu mengenai sasaran secara langsung dan mengganggu lalu lintas udara.

Saree juga mengklaim serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta fasilitas gas Shedgum dan fasilitas minyak Tanajib milik perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco, di Provinsi Timur.

Ia mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan udara Saudi terhadap Yaman dan mengancam akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap kerajaan tersebut.

Serangan Kedua di Bandara Riyadh

Laporan BBC yang mengutip keterangan pejabat Arab Saudi menyebutkan satu orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan kedua terhadap bandara internasional di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Seorang juru bicara militer Saudi mengatakan sebuah proyektil menghantam Bandara Internasional King Khalid pada hari Minggu (11/10), menyebabkan kebakaran di salah satu aula penumpang. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menyatakan melalui platform X bahwa satu orang, seorang warga negara Pakistan, tewas dalam serangan tersebut.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah serangan di bandara yang sama menewaskan 13 orang dan melukai 308 lainnya, menyusul serangan serupa yang terjadi sebelumnya pada minggu ini.

Kelompok Houthi di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut dan memperingatkan maskapai penerbangan serta penumpang agar tidak menggunakan bandara dan wilayah udara Arab Saudi.

Kelompok tersebut menyatakan telah menargetkan bandara itu menggunakan kombinasi rudal balistik dan rudal jelajah, serta pesawat nirawak (drone), dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Juru Bicara Militer Houthi Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan mereka juga menyerang fasilitas minyak dan Bandara Dammam di wilayah timur Arab Saudi.

Ia bersumpah untuk melanjutkan operasi yang terus meningkat jauh di dalam wilayah Arab Saudi. Saree memperingatkan semua bandara Saudi merupakan target potensial, kecuali bandara di kota suci Mekkah dan Madinah.

Kelompok Houthi menyatakan mereka menargetkan Arab Saudi karena dukungan negara tersebut terhadap pasukan pemerintah dalam perang saudara di Yaman, serta akibat serangan udara terhadap bandara di Sanaa. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.