Investigasi Kebakaran Fasilitas Gas Gundih, Pertamina Gandeng Polisi

Pertamina
Fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih yang dioperasikan Pertamina EP terbakar pada Kamis (9/4).
Editor: Yuliawati
11/4/2020, 08.19 WIB

Investigasi atas peristiwa kebakaran di Central Processing Plant (CPP) Gas Gundih, Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai berjalan. Kepolisan dan Pertamina EP mulai melakukan pengecekan lokasi untuk memeriksa lebih lanjut penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis (9/4).

"Kami bersama tim Puslabfor Polda Jawa Tengah sebagai fact finding support dan Polres Blora melakukan pengecekan di area TOX untuk mencari tahu penyebab kejadian," kata Asset 4 General Manager PT Pertamina EP Agus Amperianto, Jumat (10/4) dikutip dari Antara.  

Selain pemeriksaan yang menggandeng kepolisian, investigasi teknis yang lebih detail akan dilakukan Pertamina bersama SKK Migas dan Kementerian ESDM. "Setelah hasil resmi investigasi penyebab kejadian dari Kementerian ESDM dan SKK Migas keluar, akan kami sampaikan kepada pemangku kebijakan," kata Agus.

(Baca: Fasilitas Gas Pertamina Terbakar, PLN: Pasokan ke PLTGU Tak Terganggu)

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menyebut tim investigasi melibatkan beberapa ahli yang akan menyimpulkan penyebab utamanya terjadinya kebakaran. Tim memerlukan waktu untuk merampungkan investigasi.

Nanang berujar, pihaknya pun akan bekerja secara cepat. Sehingga proses penyaluran gas dari CPP gundih dapat segera berjalan seperti biasanya.

Agus mengatakan bahwa kondisi di CPP Gundih saat ini masih dimatikan (shutdown) dan belum ada aktivitas pengolahan gas yang berlangsung. "Kami berharap penyebab pastinya bisa segera diketahui dan bisa diperbaiki lebih cepat sehingga operasional Central Processing Plant Gundih ini bisa berjalan normal kembali," ujar Agus.

Pertamina memperoleh informasi kebakaran di CPP Gundih pada Kamis pukul 09.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini.

CPP Gundih ini menyalurkan gas untuk PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang, PGN Jargas Blora dan Jargas Semarang. Gas untuk CPP Gundih diambil dari Cepu Field yang dikelola Pertamina EP Asset 4.

PGN saat ini mencari pasokan gas dari sumber lain, di antaranya dari mendatangkan pasokan compressed natural gas (CNG) dari Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan rata-rata harian pelanggan Gaskita di Semarang sebesar 1.100-1.300 meter kubik dan pelanggan jaringan gas (jargas) di Blora sebesar 280-300 meter kubik.

(Baca: CPP Gundih Terbakar, PGN Siapkan CNG untuk Jargas Semarang & Blora)

Reporter: Verda Nano Setiawan