Tim FK UI dan IPB Sebut Jambu Biji Berpotensi Cegah Virus Corona

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pd.
Ilustrasi, peneliti dari Departemen Kimia FKUI Fadilah memberikan keterangan pada konferensi pers gabungan peneliti multidisiplin terkait temuan kandidat potensial bahan alam untuk mencegah virus corona di Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2020).
18/3/2020, 07.44 WIB

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Institut Pertanian Bogor mengembangkan penelitian terkait jambu biji sebagai kandidat potensial pencegahan virus corona. Kedua perguruan tinggi tersebut pun tengah mencari dukungan perusahaan farmasi untuk memproduksi skala besar.

Penelitian tersebut menggunakan metode bioinformatika dengan memanfaatkan basis data milik Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI. Dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa, senyawa herbal dalam jambu biji dipetakan dan dikonfirmasi menggunakkan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan senyawa dalam jambu biji cukup lengkap untuk menangkal penyebaran virus bernama COVID-19. Golongan senyawa tersebut diantaranya yaitu hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

“Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” kata Ari dalam keterangan tertulis pada Rabu (18/3).

(Baca: Data Kematian Corona Tak Sinkron antara Pemerintah Pusat dan Daerah)

Ari mengatakan hasil penelitian itu telah disampaikan dalam “Seminar dan Workshop Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI. Pihaknya akan mempersiapkan hasil penelitian tersebut untuk publikasi internasional.

Selain itu, pihaknya juga tengah mencari dukungan dari industri farmasi untuk memproduksi dalam skala besar. Namun, proses ini belum diketahui kapan selesainya karena membutuhkan percobaan penelitian ke binatang dan manusia.

Ari juga menegaskan hasil penelitian itu membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui komponen yang tepat untuk pengobatan COVID-19. Lebih lanjut dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker bagi yang sakit untuk mencegah penularan virus corona.

(Baca: Bahaya Corona, Menlu Minta WNI yang Pergi ke Luar Negeri Segera Pulang)