Mahfud MD Persilakan Kegiatan Reuni 212 dengan Syarat

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mempersilahkan Reuni Akbar 212 digelar di Jakarta pada pekan depan. Namun, dia meminta massa menaati aturan yang berlaku.
27/11/2019, 17.54 WIB

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mempersilakan Reuni Akbar 212 digelar pada 2 Desember 2019 mendatang. Mahfud menilai penyelenggaraan acara tersebut merupakan hak setiap warga negara.

Hanya saja, dia meminta agar Reuni 212 bisa dilaksanakan dengan tertib. Mahfud mengatakan, para koordinator di Reuni 212 harus bisa mengatur massa dengan baik.

"Yang penting dilaksanakan dengan tertib. Jangan menimbulkan keributan," kata Mahfud di kantornya, Jakarta, Rabu (27/11).

Mahfud mengatakan, pemerintah akan mengawal dan melindungi penyelenggaran Reuni 212 pada pekan depan. Hal itu demi mengurangi resiko terjadinya pelanggaran hukum.

"Kami mempersilakan tetapi supaya diatur dengan sebaik-baiknya agar tidak menimbulkan pelanggaran hukum yang telah ditentukan oleh undang-undang," kata Mahfud.

(Baca: Berikrar Setia Pancasila, Menag Masih Akan Kaji Izin FPI)

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan tak perlu ada gerakan-gerakan massa seperti Reuni Akbar 212. Sebab, situasi dalam negeri sudah kondusif dan tak ada lagi hambatan psikologi maupun fisik yang dihadapi masyarakat.

Dia pun menyebut masyarakat saat ini menginginkan kedamaian agar dapat bekerja dengan tenang. "Sudahlah jangan terlalu banyak buat gerakan (massa). Toh, kita sudah paham," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/11).

Jika tetap dilakukan, Moeldoko meminta Reuni Akbar 212 digelar dengan baik. Dia meminta tak ada aktivitas yang dapat mengganggu masyarakat dari gelaran acara tersebut.

"Kita sudah menikmati suasana seperti ini. Saya yakin kalau kita lihat masyarakat sekarang sudah happy, suasana tenang," kata Moeldoko.

(Baca: Pemerintah dan Arab Saudi Masih Berunding Soal Nasib Rizieq Shihab)

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama berencana menggelar Reuni Akbar 212 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta pada 2 Desember 2019. Ketua Umum GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan acara tersebut digelar dalam rangka doa bersama untuk keselamatan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Mari kita putihkan Monas, kita bersujud meminta perlindungan dari Allah untuk keselamatan hingga kepulangan imam besar kita, Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air tercinta setelah cukup lama terasingkan di Mekkah, Arab Saudi," kata Martak di kantor DPP FPI, Jakarta, Kamis (21/11).

Selain itu, Reuni Akbar 212 digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Martak memastikan acara ini juga bakal menjadi ajang untuk mendoakan Indonesia agar selalu aman dan damai.

"Sebuah kewajaran bila ulama bersama umat tetap menjaga semangat jihad tersebut, semangat untuk tetap menjaga Indonesia bebas dari ancaman kolonialisme gaya baru," ucap dia.

Acara Reuni 212 bakal dimulai sejak pukul 03.00 WIB dan selesai pada pukul 10.00 WIB. Acara bakal dimulai dengan salat tahajud berjamaah, zikir, lalu tausiyah dari para pendakwah. Dia menargetkan ada satu juta orang akan hadir di Reuni Akbar 212.

(Baca: Soal Reuni 212, Moeldoko: Jangan Terlalu Banyak Gerakan Massa)

Reporter: Dimas Jarot Bayu