Progres Capai 98%, PLTA Rajamandala Ditargetkan Beroperasi Mei
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengatakan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rajamandala di Bandung, Jawa Barat, akan segera rampung. Pembangkit ini ditargetkan akan mulai beroperasi secara komersial (Commercial on Date (COD) pada Mei 2019.
Berdasarkan data yang diterima dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)(Persero) progres PLTA Rajamandala telah mencapai 98,3%. Saat ini sedang proses dalam pembuatan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Selain itu, juga dalam proses pemasangan dan penyetingan turbin dan generator.
Pembangunan pembangkit yang memiliki kapasitas 47 megawatt (MW) memakan dana investasi sebesar US$ 150 juta. Pembangunan proyek ini merupakan kerja sama yang dikerjakan oleh anak usaha PLN yakni PT Indonesia Power dengan The Kansai Electric Power Co. Inc.
(Baca: PLN Tambah Pembangkit Energi Terbarukan 736 MW Tahun Ini)
Pembangkit energi terbarukan ini akan memanfaatkan arus sungai Citarum dengan menggunakan turbin Francis Vertical Kaplan. Listriknya dihasilkan dengan memanfaatkan debit air 168 meter kubik dan ketinggian jatuh air (gross head) 34 meter.
Selain PLTA Rajamandala, akan ada pembangkit energi terbarukan lain yang akan beroperasi tahun ini.Beberapa diantaranya, PLTA Poso (Sulawesi Tengah) yang memiliki kapasitas 60 MW, PLTA Jatigede, Sumedang (Jawa Barat) sebesar 110 MW, serta Pembangkit Tenaga Angin (PLTB) Janeponto di Sulawesi Selatan dengan kapasitas 72 MW.
Kemudian, PLTP Sorik Merapi di Sumatera Utara berkapasitas 45 MW. PLTP Muara Laboh di Sumatera Barat sebesar 80 MW, serta PLTP Mulut Balai di Muara Enim, Sumatera Selatan dengan kapasitas 55 MW.
Selain itu, ada pembangkit bertenaga air (PLTA), angin (PLTB), panas bumi (PLTP), pembangkit biogas/biomassa (PLTBG/M), dan tenaga surya (PLTS). Sehingga total kapasitas listrik yang akan beroperasi tahun ini sebesar 736 MW.