Minta Kapolri Usut Bom Kampung Melayu, Jokowi: Ini Sudah Keterlaluan

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo bersama ketua MUI Maruf Amin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai pertemuan dengan tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/5/2017).
25/5/2017, 16.47 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras serangan bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta, Rabu malam (24/5). Selain mengucapkan duka cita yang mendalam, Presiden juga memerintahkan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian segera mengusut jaringan pelaku terorisme sampai ke akar-akarnya.

Menurut Jokowi serangan teroris ini sangat keterlaluan karena korbannya bermacam-macam. Korban-korban itu adalah polisi, pedagang, hingga supir angkutan perkotaan.

"Ini sudah keterlaluan! Tukang ojek jadi korban, supir angkot jadi korban, penjual lapak kelontong jadi korban, hingga polisi jadi korban," kata Presiden di kediamannya di Surakarta, Jawa Tengah, seperti dikutip dari siaran pers pers Sekretariat Presiden, Kamis (25/5).

Sekadar informasi, pada Rabu malam kemarin, dua bom meledak di kampung Melayu, Jakarta. Akibatnya, lima orang meninggal, yang terdiri atas tiga orang polisi dan dua orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tersebut. Adapun, 11 orang dari berbagai latar belakang dan profesi yang berada di dekat kejadian mengalami luka-luka.  

Jokowi mengucapkan duka citanya yang mendalam kepada para korban serangan bom tersebut, terutama kepada para polisi yang gugur dalam tugasnya. Ia juga mengatakan serangan seperti ini tidak boleh terjadi lagi. "Baik kepada korban mau pun keluarganya, saya mengucapkan duka cita yang mendalam."

Di sisi lain, Presiden juga meminta seluruh masyarakat agar tetap tenang serta menjaga persatuan menjelang bulan Ramadan yang telah dinantikan umat muslim. Sementara polisi akan tetap menjalankan tugasnya untuk mengejar seluruh pelaku teror.

"Semua anak bangsa tetap tenang dan tetap menjaga persatuan. Kita harus terus menjaga ketenangan dan kesejukan. Karena hari-hari ini, kita umat muslim, sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke bulan Ramadan," kata Jokowi.