PT Pertamina (Persero) mengumumkan proses akuisisi saham perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Prancis, Maurel and Prom. Akuisisi ini merupakan langkah Pertamina menjadi perusahaan migas berskala global.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan perusahaannya mengakuisisi 24,53 persen saham di Maurel and Prom milik Pacifico. Nilainya mencapai 200 juta Euro, dengan harga setiap sahamnya sebesar 4,2 euro.
“Setelah memperoleh persetujuan Jumat lalu, negosiasi selesai,” kata dia saat mengadakan jumpa pers di Gedung Pertamina, Senin (1/8).
Selain untuk menjangkau global, akuisisi ini juga bertujuan menambah cadangan migas dan pasokan ke dalam negeri. Mengingat saat ini produksi migas terus menurun, sedangkan kebutuhannya meningkat. Perlu sumber-sumber lainnya di luar negeri dan tidak hanya dalam negeri demi ketahanan energi nasional.
(Baca: Cadangan Minyak Menipis, Terendah 16 Tahun Terakhir)
Menurutnya akuisisi seperempat saham yang dilakukan saat ini, merupakan langkah awal untuk mengambil alih perusahaan tersebut. Targetnya Pertamina bisa menguasai seluruh saham Maurel and Prom dan mendapatkan ladang migas yang dimiliki perusahaan ini di luar negeri.
Senior Vice President Upstream Business Development Pertamina Denie S. Tampubolon mengatakan penjajakan akuisisi ini terjadi sejak Mei 2016, dan sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Saat ini Pertamina telah menyelesaikan perjanjian jual beli.
Setelah proses ini selesai, Pertamina harus meminta persetujuan perubahan komposisi kepemilikan saham Maurel and Prom dari pemerintah Prancis, serta pemerintahan di negara tempat aset berada. Targetnya persetujuan ini bisa selesai akhir Agustus ini.
Setelah itu, awal September, Pertamina harus melakukan penawaran untuk membeli saham lainnya di Maurel and Prom. Sesuai peraturan yang diterapkan di bursa Prancis, proses penawaran ini berlangsung antara 60 hingga 90 hari.
Mengacu aturan itu, maka akhir tahun, Pertamina bisa menguasai seluruh saham yang ada di Maurel and Prom. "Kami inginnya awal November jadi (pemegang saham) pengendali," kata dia.
(Baca: Pertamina Bersiap Akuisisi Perusahaan Migas Beraset di Afrika)
Secara total nilai seluruh aset Maurel and Prom mencapai 861,9 juta Euro. Untuk mengakuisisi perusahaan ini, Pertamina akan mengandalkan kas internal dan pinjaman dari luar negeri melalui PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi.
Aset Maurel and Prom tersebar di berbagai negara, seperti Kanada, Prancis, Italia, Nigeria, Myanmar, Tanzania, Namibia, Gabon, Kolombia. Dari aset tersebut, yang sudah berproduksi hanya aset yang ada di Gabon, Tanzania, dan Nigeria, lainnya masih eksplorasi.
Produksi minyak di Gabon mencapai 23.000 barel setara minyak per hari. Produksi gas dari aset di Tanzania sebesar 6.600 barel setara minyak per hari. Produksi minyak aset di Nigeria mencapai 6.200 barel setara minyak per hari dan produksi gasnya 3.100 barel setara minyak per hari. (Baca: Semester I 2016, Produksi Migas Pertamina Naik 12,5 Persen)
Aset di Gabon memiliki cadangan minyak sebesar 224 juta barel setara minyak dan cadangan gas di Tanzania 45 juta barel setara minyak. Sedangkan cadangan minyak yang ada pada aset Nigeria 43 juta barel setara minyak, dan cadangan gasnya 54 juta barel setara minyak.
Pertamina menaksir belanja modal untuk Maurel and Prom sekitar sktr 30 sampai 40 juta Euro. Dengan komitmen kerja tiga hingga lima tahun.