Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) akhirnya menyetujui dokumen rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Lapangan Kedung Keris di Blok Cepu. Dengan begitu, lapangan minyak dan gas bumi yang dikelola dan dioperatori oleh ExonMobil ini, diharapkan bisa mulai berproduksi pada kuartal keempat 2018.

Deputi Pengendalian Perencanaan SKK Migas Gunawan Sutadiwiria mengatakan, persetujuan PoD Lapangan Kedung Keris telah diberikan pada pekan lalu. "Karena masih harus bangun fasilitas dulu, jadi mulai produksinya kuartal IV 2018," kata dia di Jakarta, Rabu (15/6). Target ini lebih cepat dari jadwal yang sudah direncanakan sebelumnya oleh ExxonMobil yakni  akhir 2019. (Baca: Lapangan Kedung Keris di Blok Cepu Ditargetkan Berproduksi 2019)

Menurut dia, SKK Migas hanya menyetujui pembangunan satu sumur di lapangan tersebut. Produksi yang disetujui dari Lapangan Kedung Keris pun cuma 3.800 barel per hari (bph). Padahal, ExxonMobil sebagai operator berharap lapangan ini bisa berproduksi sampai 5 ribu bph.

Fasilitas produksi dari Lapangan Kedung Keris nantinya akan terpisah dengan Lapangan Banyu Urip. Tujuannya agar tidak mengganggu kegiatan di Lapangan Banyu Urip. Namun, setelah fasilitas produksi minyak Lapangan Kedung Keris selesai, maka minyak dari Lapangan Kedung Keris akan ditampung di kapal penampungan atau Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang. (Baca: Pemerintah Siapkan Aturan Alokasi Minyak Kilang TWU di Blok Cepu)

Persetujuan proposal Lapangan Kedung Keris ini memang sudah ditunggu oleh ExxonMobil sejak awal April lalu. Selaku operator lapangan tersebut, perusahaan Amerika Serikat ini berharap tambahan minyak dari lapangan itu bisa menjaga volume produksi Blok Cepu tetap stabil di angka tertinggi. Saat ini produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip telah mencapai puncak, bahkan melewati 165 ribu bph.  

Cadangan minyak di Lapangan Kedung Keris berhasil ditemukan ExxonMobil pada 2011. Lapangan tersebut merupakan bagian dari wilayah kerja Blok Cepu, yang berlokasi di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Letaknya 14 kilometer dari Banyu Urip, yang ditemukan pada 2001.

Berdasarkan situs resmi ExxonMobil, pengeboran sumur Kedung Keris-1 dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki atau 2.143 meter. Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki atau 171 meter di zona karbonat sasaran. Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel. (Baca: Blok Cepu Digenjot, SKK Migas Khawatir Cadangan Cepat Habis)

Di sisi lain, realisasi lifting atau produksi siap jual di Blok Cepu sejak Januari 2016 hingga Mei 2016 baru mencapai 148.900 barel per hari (bph). Angka ini masih di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 sebesar 161.100 bph.