Puncak Produksi Blok Cepu Terlampaui

Katadata
9/4/2016, 07.00 WIB

Tren harga minyak dunia yang masih rendah dan belum stabil ternyata tidak sampai membuat perusahaan migas mengurangi produksi. Beberapa sumur minyak masih bisa berproduksi hingga melebihi target puncak produksinya. Salah satunya Lapangan Banyu Urip Blok Cepu di Jawa Timur.

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) mengaku per hari ini produksinya di Lapangan Banyu Urip Blok Cepu sudah mencapainya 170 ribu barel per hari. Volume ini sudah melebihi target produksi puncak (peak production) yang hanya 165 ribu barel per hari. Target ini sudah tercatat dalam rencana pengembangan atau Plan of Development (PoD) Lapangan Banyu Urip yang sudah disetujui pada tahun 2005 lalu.

Direktur Utama PEPC Ardiansyah mengatakan pencapaian produksi yang telah melebihi target ini disebabkan kolam penampungan (reservoir) bekerja dengan sangat baik. Padahal hingga kini pembangunan fasilitas produksi utama atau central production facilities (CPF) masih berjalan dan baru selesai 98 persen. “Akan selesai paling lambat di pertengahan 2016, walaupun proses produksi sudah dijalankan,” ujarnya di Gedung Pertamina, Jakarta, Jumat (8/4).

Fasilitas produksi utama ini sebenarnya bisa memproduksi minyak maksimal 185 ribu barel per hari. Namun dalam PoD kapasitasnya disebutkan hanya 165 ribu barel per hari. PEPC mengaku akan mempertahankan produksi Lapangan Banyu Urip agar tidak melebihi kapasitas. (Baca: Kinerja Kontraktor Membaik, Lifting Minyak Telah Lewati Target

Jika produksinya digenjot melebihi target puncak produksi, dikawatirkan malah akan mengganggu kinerja kapal FPSO Gagak Rimang di Tuban. Kapal ini digunakan untuk menyimpan minyak hasil produksi Blok Cepu dan beberapa blok lainuntuk kemudian di distribusikan. FPSO Gagak Rimang hanya mampu menampung minyak sebanyak 2 juta barel. Ketika produksi Blok Cepu melebihi target, kapal ini tidak akan mampu lagi menampung. Sementara sumur minyak tidak bisa dengan mudah dihentikan.

Awalnya Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan produksi puncak Lapangan Banyu Urip bisa terjadi bulan ini. Pada kenyataannya target ini bisa tercapai lebih cepat. Pada akhir bulan lalu produksi minyak di lapangan ini sudah mencapai puncak, yakni 165 ribu barel per hari.

Sekedar informasi Lapangan Banyu Urip menjadi salah satu andalan pemerintah dam mengejar target produksi minyak siap jual (lifting). Dalam Anggaran Pendapatan Belanja negara (APBN) 2016, produksi dari blok ini ditargetkan hanya 161 ribu barel per hari. Sementara target lifting minyak nasional sebesar 830 ribu barel per hari. SKK Migas mencatat hingga awal April ini lifting minyak sudah melampaui target, yakni 837 ribu barel per hari.

Kesuksesan produksi Lapangan Banyu Urip ini pun sudah sampai ke telinga Presiden Joko Widodo. Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro mengatakan rencananya dalam waktu dekat Jokowi akan berkunjung ke lokasi Blok Cepu untuk merayakan puncak produksi Lapangan Banyu Urip yang sudah melampaui target. (Baca: Exxon Ajukan Pengembangan Lapangan Kedung Keris di Blok Cepu)