KATADATA ? Pihak ExxonMobil Indonesia mengklaim produksi di Blok Cepu sudah kembali normal, sehari setelah adanya kerusuhan pada Sabtu (1/8). Namun, perusahaan ini belum bisa menghitung berapa besar kerugian dan potensi yang hilang akibat inisiden ini.

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan saat ini pihak Exxon masih mengkaji mengenai kerusakan dan kerugian akibat insiden tersebut. Dari kajian awal menunjukkan hanya sedikit atau bahkan tidak ada kerusakan terhadap fasilitas pemrosesan proyek Banyu Urip. 

"Masih tahap investigasi dan kajian awal. Belum bisa spekulasi mengenai kerugian," kata dia melalui keterangan yang diterima Katadata, Selasa (4/8).

Insiden yang terjadi di Blok Cepu ini melibatkan pekerja subkontraktor ExxonMobil, yakni Tripatra-Samsung. Para pekerja melakukan pengerusakan terhadap beberapa kendaraan dan gedung kantor di area kerja EPC 1 Proyek Banyu Urip, tapi tidak sampai merusak fasilitas produksi migas.

Dengan kejadian tersebut, pekerjaan di area EPC 1 dan EPC 5 sempat dihentikan dan produksi dari lokasi sekitar insiden dihentikan sementara. Untuk EPC 5 sudah mulai aktif beroperasi pada Senin (3/8). Sementara untuk EPC 1 masih belum bisa beroperasi. 

"Rencana untuk melanjutkan kembali kegiatan dan perbaikan terhadap fasilitas perkantoran di EPC 1 yang terdampak sedang berlangsung. Pekerja akan kembali bekerja setelah hasil penyelidikan usai," ujar dia. 

Kepala Bagian Humas Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) Elan Biantoro mengatakan insiden di Blok Cepu tidak akan mengganggu produksi nasional. Sama halnya dengan ExxonMobil, dia juga belum bisa memastikan berapa potensi penerimaan migas yang hilang akibat  insiden tersebut.

Dia menjelaskan pada hari pertama, ada dua  sumur yang tidak beroperasi penuh. Sekitar 50.000-55.000 barel minyak per hari tidak bisa diproduksi. Sehari kemudian, sumur tersebut sudah bisa berproduksi, tapi jumlahnya masih kecil, hanya sekitar 20.000 barel per hari.

"Secara nasional tidak ada pengaruh ke lifting migas. Karena cuma satu hari ditutup, tangal 2 siang sudah mulai dibuka ," ujar dia.

Reporter: Arnold Sirait