Sasar Milenial, Asparindo Kampanye Vaksin Aman Lewat Media Digital

Katadata
Spanduk untuk menangkal hoaks vaksinasi dipasang di Pasar Rogojampi, Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah memasang spanduk di pasar untuk mengklarifikasi hoaks terkait vaksinasi, Asparindo akan menggerakan sosialisasi vaksinasi melalui media digital.
Penulis: Maesaroh
3/9/2021, 18.22 WIB

Setelah memasang 100 spanduk di pasar-pasar untuk menangkal hoaks vaksinasi Covid-19, Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) bekerja sama dengan Katadata akan melakukan sosialisasi mengenai manfaat vaksin serta mengklarifikasi hoaks melalui media digital.

"Harapan kami kampanye ini akan lebih efektif lagi dengan melalui digital karena sudah jamanya dan menyasar kaum milenial," kata Ketua Umum Asparindo Joko Setiyanto, kepada Katadata.

Seperti diketahui, sejumlah hoaks masih beredar di masyarakat mengenai bahaya vaksinasi  meskipun program tersebut sudah dijalankan sejak awal Januari 2021. Hoaks tersebut mulai dari vaksin tidak aman, bisa menimbulkan kematian, menganggu menstruasi, hingga adanya chip khusus yang akan dipasang ke tubuh seseorang saat divaksin.

Hoaks tidak hanya disebar melalui komunikasi langsung antar warga tetapi juga lewat media sosial.  Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan temuan hoaks seputar vaksin Covid-19 hingga awal Agustus lalu mencapai 290, dengan sebaran konten mencapai 1.950. Facebook masih menjadi media penyebar utama hoaks terkait vaksin dengan jumlah konten mencapai 1.780.

Besarnya hoaks di media sosial itulah yang menggerakan Asparindo bersama Katadata untuk melakukan sosialisasi melalui media digital. Kampanye melalui media digital diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk kaum milenial.

 Sebelumnya, Asparindo bekerja sama dengan Katadata, melakukan pemasangan spanduk di 100 pasar di delapan kota yaitu Makassar, Jambi, Biak, Banyuwangi, Banda Aceh, Pekanbaru, Surakarta, hingga Kendari. Spanduk tersebut berisi ajakan masyarakat untuk vaksinasi serta mengklarifikasi hoaks vaksin.

"Kami sangat mendukung kampanye ini dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti," tutur Setiyanto.

Setiyanto berharap pemasangan 100 spanduk di sejumlah kota diharapkan bisa menjadi sarana efektif untuk meredam hoaks seputar vaksin Covid-19.
"Untuk bisa dibaca oleh semua stake holder pasar yaitu pengunjung pembeli pedagang pengelola dan seluruh masyarakat,"tambahnya. 

Santoso, seorang pedagang di Pasar Maricaya, Makassar, meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi dan tidak percaya dengan hoaks terkait vaksin.

"Saya sudah divaksin dua kali. Saya tetap sehat. Ayo vaksin biar sehat,"tuturnya, kepada Katadata.

Indonesia mentargetkan vaksinasi kepada 208,3 juta penduduk atau sekitar 76% dari total populasi. Hingga Jumat (3/9), sebanyak 65,9 juta warga sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama sementara 37,6 juta warga sudah mendapatkan dosis  kedua atau telah melakukan vaksinasi penuh.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan, menyambut baik kehadiran spanduk. Hanya saja, menurutnya, edukasi vaksinasi perlu dilanjutkan dengan pendekatan secara langsung kepada pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di pasar.

"Kalau spanduk hanya sekadar imbauan saja tanpa edukasi itu tidak sampai ke orangnya secara person. Mungkin mereka hanya lihat sekilas saja spanduknya. Pendekatan komunikasi secara personal harus dibangun," tuturnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.