Penularan Mereda, Gelombang Omicron di Afrika Selatan Mulai Berlalu

Pexels
Ilutrasi virus Covid-19
31/12/2021, 11.01 WIB

Pemerintah Afrika Selatan telah mencabut jam malam dan pembatasan masyarakat di negara tersebut. Relaksasi ini seiring meredanya gelombang penularan Covid-19 yang dipicu varian Omicron.

Afsel merupakan negara pertama yang mendeteksi munculnya penularan Omicron. Saat ini mereka telah menghapus jam malam hingga pukul 04.00 pagi seiring indikator penanganan virus.

Selain penularan, indikator lainnya adalah tingkat vaksinasi dan kapasitas fasilitas kesehatan. “Semua menunjukkan negara mungkin telah melewati puncak gelombang keempat,” demikian pernyataan dalam rapat kabinet khusus Afsel, Kamis (30/12) dikutip dari The Guardian.

 Data Departemen Kesehatan, kasus mingguan menurun 29,7% pada 25 Desember lalu. Selain itu jumlah pasien yang masuk rumah sakit di delapan dari sembilan provinsi juga telah menurun.

“Walaupun varian Omicron sangat menular, tingkat rawat inapnya lebih rendah dari gelombang sebelumnya,” demikian pernyataan kabinet Afsel.

Selain jam malam, pemerintah memutuskan toko alohol dengan izin dapat beroperasi hingga di atas jam 23.00. Meski demikian, pertemuan publik dibatasi tak lebih dari 1.000 orang di dalam ruangan dan 2.000 orang di luar ruangan.

Pemerintah juga tetap menjadikan penggunaan masker di tempat umum sebagai kewajiban. Mereka mengancam pidana masyarakat yang tak mengenakan pelindung mulut.

Halaman: