Pemuda Muhammadiyah Bicara dengan Jokowi Soal Kehadiran Timnas Israel

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
FIFA Project Team Christian Schmolzer (ketiga kiri) didampingi Venue Management FIFA Sunni Kohli (kedua kiri) saat meninjau Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (23/3/2023).
27/3/2023, 11.47 WIB

Pemuda Muhammadiyah angkat bicara soal polemik kehadiran Israel di Piala Dunia U-20. Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah telah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo dan Plt Menteri Pemuda dan Olahraga Muhadjir Effendy mengenai hal tersebut.

Dzulfikar pendapat Indonesia lebih dulu menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U20 dibandingkan kepesertaan Israel. Namun Dzulfikar menegaskan pelaksanaan Piala Dunia FIFA U20 diatur oleh FIFA.

Menurutnya, pemerintah akan mengambil jalan keluar terbaik terkait kepesertaan Israel dalam Piala Dunia tahun ini. "Dalam perjalanan sejarah dari Bung Karno kemudian presiden-presiden setelahnya, memang sangat prihatin terhadap poin bahwa kita harus mendorong kemerdekaan setiap bangsa," kata Dzulfikar, di Kompleks Istana Merdeka, Senin (27/3).

Buntut terbaru dari kepesertaan polemik kepesertaan Israel pada piala Dunia U20 tahun ini adalah pembatalan pengundian susunan pertandingan di Bali , Sabtu (25/3). Sebagai informasi, pengundian tersebut dijadwalkan terjadi pada 31 Maret 2023.

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI menyatakan belum mendapatkan alasan resmi yang menyebabkan FIFA membatalkan acara drawing Piala Dunia U20 di Bali. Namun sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menolak kehadiran Tim Nasional atau timnas Israel dalam perhelatan Piala Dunia U20.

PSSI memahami sulitnya memisahkan politik dan olahraga. Oleh karena itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri sebagai penanggung jawab diplomasi dan politik luar negeri Indonesia, serta dengan Kemenpora sebagai Inafoc atau penanggung jawab pelaksana Indonesia.

“Ketua umum juga akan melaporkan kepada Bapak Presiden (Jokowi) pada kesempatan pertama, untuk mencari solusi atas semua ini baik secara diplomasi maupun politik luar negeri supaya menyelamatkan sepak bola Indonesia,” kata Arya.

Erick Thohir juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri sebagai penanggung jawab diplomasi dan politik luar negeri, serta dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai panitia penyelenggara lokal Piala Dunia U20.

Arya menambahkan bahwa masalah Piala Dunia U20 dapat menyebabkan Indonesia dijatuhi hukuman oleh FIFA. Sebab sejak awal Indonesia sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah dengan segala konsekuensinya, namun kemudian gagal memenuhinya.

Dengan begitu, Indonesia bisa dinilai melanggar apa yang telah disepakati sebelumnya. “Pada 2018 kita (Indonesia) pernah di-banned. Jadi bukan sesuatu yang baru bahwa kita mengalami itu dan kami tidak mau itu terjadi lagi,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Andi M. Arief