Menko Luhut Kaji Rencana Pembangunan Terminal LNG di Bali

Humas Kemenko Marves
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan Senin (6/7).
Penulis: Ira Guslina Sufa
28/4/2023, 21.36 WIB

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan mengkaji rencana pembangunan terminal Liquified Natural Gas atau LNG di perairan Serangan Sidakarya, Bali. Menurut Luhut kajian diperlukan untuk mematangkan rencana yang sudah dibuat. 

Saat ini beberapa kajian telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali terkait rencana lokasi pembangunan LNG di Sidakarya. Namun, upaya itu perlu dibarengi dengan analisa yang komprehensif terutama terkait sustainable quality tourism, ekosistem mangrove, aspek keamanan dan keselamatan pelayaran, serta efisiensi biaya.

"Oleh sebab itu, kami ingin segera ada kajian yang melibatkan bukan hanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), tetapi juga dari akademisi," kata Luhut dalam keterangan di Jakarta, Jumat (28/4). 

Rencana pembangunan terminal LNG di Bali dilakukan untuk mendukung penggunaan energi bersih. Kajian juga merupakan bentuk implementasi program untuk mencapai target net zero emission pada 2060 atau lebih cepat.

Pada kondisi normal, kebutuhan listrik di Bali mencapai 1.100 megawatt (MW). Pemerintah memperkirakan pertumbuhan tenaga listrik Bali pada 2045 akan mencapai 24 terawatt jam (TWh). Dengan begitu LNG akan menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat Pulau Dewata.

Lebih jauh Luhut mengatakan terminal LNG nantinya akan dibangun di lepas pantai Bali. Pembangunan menjadi bagian dari perbaikan konfigurasi midstream offshore dengan mempertimbangkan kelestarian mangrove maupun keindahan area wisata.

Alasan lain yang mendasari adalah tidak akan mengganggu lalu lintas kapal dan biaya pembangunan lebih efisien. Setelah ini, Kemenko Marves akan mengkoordinasikan pembahasan lanjutan atas usulan offshore dari PLN dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster ingin agar rencana pembangunan Terminal Liquified Natural Gas (LNG) Sidakarya di Denpasar tetap berjalan. Harapan itu muncul setelah Menko Marves  tidak merekomendasikan proyek tersebut.

Reporter: Antara