Cerita Penyapu Jalan, Rahasia Kinclongnya Labuan Bajo Selama KTT ASEAN
Labuan Bajo tak hanya bersolek dengan berbagai pembangunan infrastruktur menjelang penyelenggaraan KTT ASEAN, tetapi juga dalam hal kebersihan. Trotoar di sepanjang jalan utama dan jalur menuju lokasi KTT terpantau bersih, tak ada sampah berserakan.
Ada andil para penyapu jalan atau petugas kebersihan dibaliknya. Tiga di antaranya adalah Essi, Yanti dan Filo ditugaskan sebagai "penyapu debu" di sepanjang Jalan Pede.
Mereka adalah petugas harian yang dipekerjakan oleh Dinas Bina Marga setempat. Tugas mereka adalah menyapu trotoar dan jalan sepanjang kurang lebih 3 KM dari pertigaan jalan Pantai Pede hingga sekitar Hotel Jayakarta.
Saat tim Katadata.co.id menemui pada Kamis pagi (11/5), ketiganya sedang berada di trotoar sekitar Hotel Bintang Flores. Pekerjaan mereka sudah setengah perjalanan setelah start beberapa hari lalu. "Kami juga sekaligus membersihkan rumput-rumput, kalau ada rumput di trotoar kemudian kita bersihkan," kata Yanti.
Yanti sudah bekerja sebagai petugas harian lepas untuk menyapu jalan selama dua bulan terakhir. Ia mengatakan, mereka punya jam kerja selama delapan jam, dengan dua jam istirahat untuk makan siang.
Saat ditemui, ketiganya sedang beristirahat sejenak sambil menyeruput kopi. Yanti bercerita, petugas kebersihan untuk menyapu jalan sebenarnya sudah ada jauh sebelum KTT ASEAN diselenggarakan.
Namun, penyelenggaraan KTT ASEAN membuat jumlah petugas ditambah dalam jumlah banyak. Menurut Yanti, terdapat 10 petugas kebersihan harian lepas yang biasanya direkrut untuk membersihkan jalan. Namun, jumlahnya ditambah hingga lima kali lipat menjadi sekitar 50 petugas menjelang KTT ASEAN.
Para petugas tersebut dibagi menjadi tim-tim kecil untuk membersihkan area-area tertentu yang di tugasnya. Essi bercerita, menyapu jalan di tengah terik matahari yang dijalaninya untuk sementara waktu ini memang cukup berat.
Namun, menurut dia, ini masih lebih baik dibandingkan menjadi buruh kebun. Penghasilan yang diperoleh tiga kali lipat dari upah buruh kebun perempuan yang bekerja sehari penuh sebesar Rp 35.000.
"Kalau di sini hariannya untuk ibu-ibu kecil sekali, terpaksa kami ambil yang ini saja karena ini yang bisa memenuhi kebutuhan," ujar ibu tiga anak itu.
Berkat para petugas kebersihan, Jalan Soekarno-Hatta merupakan jantung utama Labuan Bajo. Di jalan sepanjang 1,5 KM inilah terdapat Waterfront, semacam alun-alun, dermaga, beberapa ruko pusat perbelanjaan, hingga kafe-kafe unik dan penginapan. Di ujung jalan inilah berdiri Hotel Meruorah, lokasi utama pertemuan KTT ke-42 ASEAN.
Pemandangan jalan bersih tak hanya terlihat di jalur utama. Jalan lainnya yang menjadi jalur yang dilalui delegasi KTT ASEAN juga terlihat kinclong. Sepanjang jalan Puncak Waringin, sekitar bandar udara, serta jalan Pantai Pede yang merupakan lokasi berdirinya sejumlah penginapan delegasi juga terlihat bersih dan enak.
Untuk kelima kalinya, Indonesia didapuk menjadi Keketuaan ASEAN. Situasi dunia tahun ini yang belum kondusif tentu menjadi tantangan tersendiri dalam mengemban amanah tersebut. Persaingan kekuatan besar dunia yang meruncing mesti dikelola dengan baik agar konflik terbuka dan perang baru tidak muncul, terutama di Asia Tenggara.
Keketuaan Indonesia juga diharapkan menjadi pintu bagi ASEAN untuk berperan aktif dalam perdamaian dan kemakmuran di kawasan melalui masyarakat ekonomi ASEAN. Untuk itu, Indonesia hendak memperkuat pemulihan ekonomi dan menjadikan Asia Tenggara sebagai mesin pertumbuhan dunia yang berkelanjutan.
Simak selengkapnya di https://katadata.co.id/asean-summit-2023 untuk mengetahui setiap perkembangan dan berbagai infomasi lebih lengkap mengenai KTT Asean 2023.
#KatadataAseanSummit2023 #KalauBicaraPakaiData